Konsumsi Pertalite di Kendari Melonjak 119 Persen, Antrean di SPBU Masih Panjang

Sultranesia
2 Min Baca
Konsumsi Pertalite di Kendari Melonjak 119 Persen, Antrean di SPBU Masih Panjang
Antrean kendaraan roda dua dan roda empat saat mengisi BBM di SPBU Anggoeya, Jalan H. Banawula Sinapoy, Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Rabu (16/9/2026). Foto: Denyi Risman/Sultranesia.com.

Kendari – Konsumsi Pertalite di Kota Kendari mengalami lonjakan signifikan. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mencatat volume penyaluran Pertalite pada September 2026 meningkat hingga 119 persen dibandingkan periode normal sebelum kenaikan harga.

Lonjakan permintaan tersebut turut berdampak pada penyaluran BBM di sejumlah SPBU. Antrean kendaraan roda empat masih terlihat di beberapa lokasi, sementara penyaluran Pertalite untuk kendaraan roda dua masih berlangsung normal.

Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, mengatakan pihaknya memahami kondisi yang dirasakan masyarakat terkait penyaluran Pertalite di sejumlah SPBU di Kendari.

“Kami memahami kondisi yang dirasakan masyarakat di Kota Kendari, khususnya terkait dinamika penyaluran Pertalite di sejumlah SPBU. Saat ini kami terus melakukan berbagai upaya agar penyaluran berjalan sebaik mungkin dan kebutuhan masyarakat tetap dapat dilayani,” ujar Okky, Selasa (15/9/2026).

Saat ini terdapat 15 SPBU di Kota Kendari. Dari jumlah tersebut, 14 SPBU menyalurkan Pertalite dan tujuh SPBU melayani penyaluran Biosolar.

Seluruh SPBU tersebut juga menyediakan BBM nonsubsidi, seperti Pertamax dan Dexlite.

Untuk merespons tingginya kebutuhan masyarakat, Pertamina mempercepat operasional Integrated Terminal (IT) Kendari. Dengan langkah tersebut, penyaluran BBM ke SPBU dapat dilakukan sejak pagi.

“Kami melakukan ekstra jam operasional di terminal maupun SPBU agar penyaluran dapat dimulai lebih awal. Kami juga terus melakukan penambahan suplai Pertalite ke SPBU di Kota Kendari sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.

Berdasarkan pemantauan terakhir, antrean kendaraan roda empat yang mengisi Pertalite masih terjadi di sejumlah SPBU. Sementara itu, kendaraan roda dua masih terpantau normal.

Penyaluran Biosolar di sejumlah SPBU juga disebut berjalan lancar.

Di tengah meningkatnya permintaan, Pertamina bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara membahas sejumlah langkah untuk mengantisipasi pengisian BBM secara berulang dan menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat.

Salah satu opsi yang tengah dibahas adalah pengaturan batas pengisian pada kondisi tertentu. Namun, kebijakan tersebut masih dalam tahap pembahasan bersama pemerintah daerah.

Selain mengatur distribusi, Pertamina juga memperkuat pengawasan di lapangan. Inspeksi mendadak atau sidak dilakukan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan aparat penegak hukum.

Pengawasan tersebut dilakukan secara berkala di SPBU untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan, termasuk memastikan BBM subsidi benar-benar tepat sasaran.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Pengawasan di SPBU akan kami lakukan bersama secara berkala, termasuk untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran dan mencegah adanya pengisian berulang yang tidak sesuai ketentuan,” kata Okky.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan kondisi stok dan penyaluran BBM di Kota Kendari terus dipantau. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait juga terus dilakukan untuk merespons perkembangan di lapangan.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan.


Editor: Andise SL

Berita BerikutnyaMayat Wanita Ditemukan di Area Perkebunan Konsel dengan Mulut Tersumpal Celana
Bagikan:

Baca Juga