Kota Kendari Menuju Smart City, Persiapan Terus Dimatangkan

Sultranesia
2 Min Baca
Kota Kendari Menuju Smart City, Persiapan Terus Dimatangkan
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, di Ruang Rapat Wali Kota Kendari, Rabu (19/8). Foto: Dok. Istimewa.

Kendari - Pemerintah Kota Kendari terus mematangkan langkah menuju penerapan smart city. Pemanfaatan teknologi dan data didorong menjadi fondasi untuk memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, di Ruang Rapat Wali Kota Kendari, Rabu (19/8).

Rapat itu membahas kesiapan Pemkot Kendari dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan data agar pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih efektif.

Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, mengatakan penerapan smart city menjadi kebutuhan yang semakin mendesak di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kompleksnya tantangan pembangunan perkotaan.

Menurutnya, pemerintah daerah harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar pelayanan publik semakin cepat, efektif, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

“Smart city bukan hanya tentang teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan manfaat dan mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan,” ujarnya.

Siska menjelaskan, sumber daya manusia (SDM) dan teknologi menjadi dua komponen penting yang harus dipersiapkan Kota Kendari untuk berkembang menjadi kota yang maju dan berdaya saing.

Karena itu, peningkatan kapasitas aparatur pemerintah menjadi bagian penting dalam proses transformasi digital di lingkungan Pemkot Kendari.

Selain SDM dan teknologi, Wali Kota juga menekankan pentingnya pengelolaan data. Menurutnya, data yang akurat dan terintegrasi sangat dibutuhkan sebagai dasar dalam menyusun kebijakan serta menentukan arah pembangunan.

Dengan dukungan data yang baik, pemerintah dapat mengetahui kebutuhan masyarakat secara lebih tepat dan menyusun program pembangunan sesuai kondisi di lapangan.

Wali Kota berharap seluruh jajaran Pemkot Kendari memiliki komitmen yang sama dalam mewujudkan pemerintahan berbasis teknologi dan data.

“Yang kita inginkan adalah pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan tepat. Teknologi harus menjadi sarana untuk mewujudkan hal tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Cartenz Technology Indonesia, Zainal Arifin, mengatakan penerapan smart city membutuhkan kesiapan dari berbagai aspek.

Menurutnya, pembangunan smart city tidak cukup hanya dengan menyediakan infrastruktur teknologi. Pemerintah daerah juga perlu menyiapkan tata kelola, integrasi sistem, keamanan data hingga sumber daya manusia yang akan mengoperasikan teknologi tersebut.

Ia menjelaskan, sistem pelayanan yang terintegrasi dapat membantu pemerintah meningkatkan efisiensi kerja sekaligus mengurangi proses yang berulang dalam pelayanan administrasi.

“Teknologi harus dibangun dengan konsep integrasi. Data dari berbagai perangkat daerah harus dapat dimanfaatkan bersama sehingga menghasilkan informasi yang dapat mendukung pengambilan keputusan,” jelas Zainal.

Ia menambahkan, keberhasilan penerapan smart city sangat bergantung pada komitmen seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Setiap OPD diharapkan tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mengelola dan memanfaatkan data secara optimal untuk mendukung pelayanan masyarakat serta pengambilan kebijakan pemerintah daerah.


Editor: Muh Fajar

Berita BerikutnyaKorban Cabut Laporan, Kasus Penganiayaan Sekda Konsel Ichsan Porosi Berakhir Damai
Bagikan:

Baca Juga