Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, menyambut kedatangan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Yassierli, di Bandara Haluoleo Kendari, Rabu (5/8/2026).
Kunjungan kerja tersebut dilakukan dalam rangka memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari.
Usai penyambutan, Gubernur bersama Menteri Ketenagakerjaan dan rombongan langsung menuju Kampus UM Kendari untuk menghadiri kuliah umum bertajuk “Peran Perguruan Tinggi dalam Menyiapkan Talenta Masa Depan”.
Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menaker ke Sultra.
Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu menjawab tantangan dunia kerja.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan masyarakat Sultra, kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Menteri Ketenagakerjaan beserta rombongan di Bumi Anoa,” ujar Gubernur.
Ia menegaskan, kuliah umum tersebut bukan sekadar forum akademik, tetapi juga ruang dialog antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan generasi muda dalam merumuskan strategi pengembangan SDM.
Gubernur mengungkapkan, dalam perjalanan menuju kampus dirinya telah berdiskusi dengan Menteri mengenai potensi Sulawesi Tenggara, sekaligus berbagai tantangan yang dihadapi daerah dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja.
Menurutnya, sumber daya manusia merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan pengelolaan kekayaan sumber daya alam. Potensi daerah tidak akan memberikan manfaat maksimal tanpa didukung tenaga kerja yang kompeten dan memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri.
Sementara itu, Menaker Yassierli menjelaskan bahwa dunia kerja tengah mengalami transformasi besar akibat perkembangan teknologi, transisi menuju ekonomi hijau, serta perubahan demografi.
Ia menyebutkan tiga faktor utama yang mengubah lanskap ketenagakerjaan global, yakni perkembangan Artificial Intelligence (AI), transisi energi hijau, serta perubahan demografi yang mendorong tumbuhnya ekonomi berbasis layanan.
Menurut Yassierli, empat sektor diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi masa depan, yakni ekonomi digital dan kreatif, ekonomi berbasis teknologi dan AI, ekonomi hijau, serta ekonomi berbasis pelayanan manusia.
Perubahan tersebut akan melahirkan berbagai jenis pekerjaan baru, namun di sisi lain juga menggeser sejumlah profesi yang ada saat ini.
Karena itu, peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
Menteri juga menyoroti masih tingginya kesenjangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia industri.
Secara nasional, sekitar 33,5 persen lulusan perguruan tinggi bekerja di luar bidang keahliannya, sementara hampir satu juta lulusan masih belum terserap di dunia kerja.
“Kampus harus semakin dekat dengan dunia industri dan pemerintah agar lulusan memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja,” katanya.
Sebagai salah satu solusi, Kemnaker terus memperkuat Program Pemagangan Nasional yang memberikan kesempatan kepada lulusan memperoleh pengalaman kerja langsung di perusahaan sehingga kesenjangan kompetensi dapat diperkecil.
Yassierli juga mengajak dunia usaha untuk memanfaatkan program tersebut sekaligus memprioritaskan perekrutan lulusan asal Sultra.
Selain itu, Kemnaker menyatakan komitmennya mendukung peningkatan kualitas SDM di Bumi Anoa. Menteri meminta Pemprov Sultra menyiapkan sekitar 10.000 peserta untuk mengikuti program pengembangan kompetensi pada tahun 2026 melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga pelatihan.
Menutup kuliah umum, Yassierli menegaskan bahwa peningkatan kompetensi merupakan kunci menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.
Ia juga mendorong perguruan tinggi terus menyempurnakan kurikulum dan memperkuat sertifikasi kompetensi agar lulusan memiliki daya saing tinggi dan sesuai dengan kebutuhan industri.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Ketua Badan Pembina Harian UM Kendari, serta para pimpinan balai Kementerian Ketenagakerjaan di wilayah Sultra.
Editor: Redaksi








