Oknum TNI di Buton Diduga Hamili Kekasih hingga Paksa Aborsi, Kini Menghilang


Buton - Seorang oknum anggota TNI yang bertugas di Kodim 1413 Buton, Pratu LYS (23), diduga menghamili kekasihnya, HH (25), lalu memaksa korban untuk menggugurkan kandungan. Setelah kasus ini mencuat, Pratu LYS dilaporkan menghilang dan belum diketahui keberadaannya.
Korban akhirnya menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan peristiwa tersebut ke satuan tempat pelaku bertugas.
HH mengungkapkan, kejadian bermula pada 24 Agustus 2025 ketika Pratu LYS mendatangi kontrakannya di Kota Baubau. Saat itu, korban mengaku dipaksa melakukan hubungan badan meski telah berulang kali menolak.
Penolakan tersebut, kata HH, tidak berlanjut karena ia merasa terancam oleh ucapan pelaku yang mengaku pernah melakukan penikaman hingga pembunuhan dan sempat menjalani hukuman penjara.
“Awalnya dipaksa berhubungan, saya tidak mau, tapi dia mengancam. Dia cerita pernah tikam orang, pernah bunuh orang, pernah masuk sel, jadi saya takut,” ujar HH, Selasa (13/1).
Pada September 2025, HH mengetahui dirinya hamil dan meminta Pratu LYS bertanggung jawab. Pelaku sempat menyatakan kesediaannya menikahi korban dan bahkan mengurus sejumlah administrasi pernikahan. Namun, di tengah proses tersebut, sikap pelaku berubah. Ia justru diduga memaksa korban untuk melakukan aborsi.
Upaya pertama diduga dilakukan pada September 2025. HH mengaku diberikan roti yang di dalamnya berisi semir sepatu. Karena mencurigai rasa dan aromanya, korban memilih tidak mengonsumsinya.
Percobaan kedua terjadi pada awal Oktober 2025, saat pelaku memaksa korban meminum obat yang diduga penggugur kandungan. Namun, korban berpura-pura meminumnya dan membuang obat tersebut karena merasa diawasi.
“Dua kali saya dipaksa aborsi, tapi saya tidak mau. Dia kasih makan roti berisi semir sepatu, dia kasih minum obat, tapi saya buang semua,” tegas HH.
Kasus ini kemudian diketahui oleh keluarga korban dan orang tua pelaku. Rencana pernikahan kembali dibicarakan sebagai bentuk pertanggungjawaban. Namun, Pratu LYS tiba-tiba memutus komunikasi dan menghilang tanpa kabar.
“Saya sempat komunikasi dengan mamanya dan keluarganya. Mamanya mau nikahkan kita, tapi sepertinya juga kesulitan mengurus anaknya. Apalagi Pratu LYS sudah tidak ada kabar, jadi sampai sekarang tidak ada kejelasan,” tambah HH.
Merasa tidak mendapatkan kepastian, HH melaporkan kasus tersebut ke Kodim 1413 Buton pada akhir September 2025. Namun hingga kini, korban mengaku belum melihat adanya perkembangan yang jelas dan hanya berharap keadilan atas peristiwa yang dialaminya.
Sementara itu, Dandim 1413 Buton Letkol Inf Arif Ariyanto membenarkan bahwa Pratu LYS merupakan anggota Kodim 1413 Buton. Ia mengatakan pihaknya telah mengetahui kasus tersebut, namun yang bersangkutan telah meninggalkan tugas dan berstatus disersi selama sekitar lima minggu.
“Benar, dia anggota saya. Saya sudah dapat informasi, tapi sampai saat ini yang bersangkutan disersi dan meninggalkan tugas,” kata Arif dikutip dari Kendariinfo.
Arif menambahkan, pihak Kodim masih terus melakukan upaya pencarian dan meminta korban serta keluarga bersabar sembari proses penanganan terus berjalan.
Hingga berita ini diturunkan, Pratu LYS belum memberikan keterangan meski telah diupayakan konfirmasi.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaUlar Piton 7 Meter Serang Ternak Warga di Buton, Empat Ekor Kambing Mati
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







