Pekerja Migran Asal Mubar Dideportasi dari Malaysia, Sempat Dipenjara dan Disiksa


Kendari - Andri, pekerja migran Indonesia asal Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra), akhirnya bisa kembali berkumpul dengan keluarganya setelah dideportasi dari Malaysia.
Pemulangan Andri difasilitasi Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sultra yang berkoordinasi dengan BP3MI Banten pada 10 September 2025.
Setelah dideportasi, ia sempat ditangani selama dua hari oleh BP3MI Banten sebelum akhirnya tiba kembali di kampung halamannya, Muna Barat, pada 12 September 2025.
Dalam wawancara bersama petugas help desk BP3MI Sultra, Andri menceritakan kisah pahitnya selama bekerja di Negeri Jiran.
Selama setahun ia bekerja sebagai buruh bangunan dengan upah 1.500 ringgit per bulan. Pekerjaannya membuatnya harus berpindah-pindah majikan sesuai proyek yang digarap.
Namun, keberadaannya di Malaysia tanpa dokumen resmi membuat posisinya rawan. Hingga akhirnya, Andri ditangkap aparat kepolisian setempat.
Ia ditahan selama tujuh bulan, sementara handphone dan uang hasil jerih payahnya turut disita.
“Saya tidak memiliki dokumen resmi dari perusahaan, sehingga ditangkap oleh Polisi Diraja Malaysia dan ditahan selama tujuh bulan. Ponsel dan uang saya juga disita,” ungkap Andri dukutip dari laman resmi BP3MI.
Petugas BP3MI Sultra, Aswan, menuturkan bahwa kondisi Andri selama di penjara sangat memprihatinkan. Ia kerap mengalami perlakuan tidak manusiawi dan mendapat siksaan fisik dari aparat Malaysia.
“Selama dalam penjara, pekerja migran Indonesia tersebut sering mendapat siksaan dari aparat,” jelas Aswan.
Kini, Andri bisa kembali ke tanah kelahirannya meski harus menanggung luka fisik dan batin akibat pengalaman pahit yang dialaminya.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaKampung Nelayan Merah Putih di Sultra, Program yang Tarus Diperjuangkan Jaelani
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







