Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) mulai menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada 27.600 warga kurang mampu atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, mengatakan bantuan tersebut merupakan program pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang bertujuan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.
“Bantuan beras yang kami siapkan berasal dari pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas),” kata Abdul Rauf usai mengecek stok beras di Gudang Bulog Sulawesi Tenggara, Kamis (6/8).
Ia menjelaskan, bantuan pangan itu dialokasikan untuk kebutuhan selama tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.
Sebanyak 27.600 penerima bantuan merupakan warga yang masuk kategori kurang mampu berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kota Kendari.
“Kami juga memastikan penyaluran bantuan beras ini tepat sasaran sesuai data yang ada di masing-masing kelurahan,” ujarnya.
Selain 27.600 penerima utama, Pemkot Kendari juga menyiapkan kuota cadangan bagi 903 warga yang berhak menerima bantuan apabila diperlukan.
Abdul Rauf menegaskan, pemerintah memastikan seluruh beras yang disalurkan memiliki kualitas yang baik dan layak dikonsumsi masyarakat. Program ini juga diharapkan dapat membantu menjaga ketahanan pangan serta meringankan beban kebutuhan pokok warga, terutama masyarakat berpenghasilan rendah.
Untuk teknis penyaluran, bantuan beras akan didistribusikan melalui masing-masing kelurahan di wilayah Kota Kendari.
“Yang pasti stok pangan kita di Kota Kendari masih aman untuk 2026 ini,” jelas Abdul Rauf.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh penerima manfaat sehingga mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Editor: Redaksi








