Kebakaran Rumah di Bombana, Ibu dan Empat Anaknya Tewas Terpanggang

Jasad para korban ditemukan hangus. Foto: Dok. Istimewa.

Bombana – Tragedi memilukan terjadi di Dusun Tondopi, Desa Tongkoseng, Kecamatan Tontonunu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Kamis (6/8) dini hari. Sebuah rumah hangus terbakar, mengakibatkan seorang ibu bersama empat anaknya meninggal dunia setelah terjebak di dalam kobaran api.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 03.00 Wita saat seluruh penghuni rumah tengah tertidur lelap. Api diduga berasal dari obat nyamuk bakar yang dinyalakan sebelum keluarga tersebut beristirahat.

Pemilik rumah, Murdasing (61), mengungkapkan bahwa sebelum tidur, salah satu anaknya sempat meminta obat nyamuk untuk dinyalakan. Tak lama kemudian, api muncul dan dengan cepat membesar hingga melalap seluruh bagian rumah.

“Api diduga berasal dari obat nyamuk bakar. Sebelum tidur, salah satu anak saya sempat meminta obat nyamuk untuk dinyalakan,” ujar Murdasing.

Saat menyadari rumah terbakar, Murdasing berusaha menyelamatkan diri dengan menendang dinding rumah karena pintu kamar sudah dilalap api.

Upaya itu berhasil menyelamatkan dirinya, namun ia tak mampu mengevakuasi istri dan keempat anaknya yang terjebak di dalam rumah.

Korban meninggal dunia masing-masing Hasna (38), istri Murdasing, bersama empat anaknya, yakni Hasriani (12), Karina (9), Nur Aisyah (6), dan Wardah (2).

Sementara itu, Murdasing bersama dua anaknya, Sindi (24) dan Arfan (30), berhasil lolos dari maut.

Selain merenggut lima nyawa, kebakaran tersebut juga menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta.

Sejumlah barang berharga ikut hangus terbakar, di antaranya dua unit mesin senso senilai Rp4 juta, satu unit mesin pemotong rumput senilai Rp1 juta, uang tunai sekitar Rp50 juta, serta seluruh bangunan rumah beserta isinya.

Kasat Reskrim Polres Bombana, Iptu Cevin Thimorut Beryan Djari, membenarkan peristiwa tersebut. Polisi kini masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

“Benar, kami sedang olah TKP,” singkatnya.


Editor: Redaksi

error: Content is protected !!