Pemuda Protes Proyek Lapangan Watubangga Kolaka Setengah Miliar Dikerja Asal-asalan

Sultranesia
2 Min Baca
Pemuda Protes Proyek Lapangan Watubangga Kolaka Setengah Miliar Dikerja Asal-asalan
Aksi protes pemuda Watubangga terhadap pengerjaan proyek lapangan di wilayah mereka. Foto: Dok. Istimewa.

Kolaka - Gelombang protes pemuda di Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, terus berlanjut menyusul dugaan buruknya kualitas proyek penimbunan Lapangan Mokole So’u. Proyek yang diharapkan menjadi pusat aktivitas olahraga masyarakat itu justru menuai sorotan karena dinilai dikerjakan asal jadi.

Aliansi Pemuda Kecamatan Watubangga (APW) secara resmi mendesak Camat Watubangga agar mengambil peran sebagai fasilitator untuk mempertemukan pemuda dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kolaka.

Mereka meminta dilakukan audit teknis guna memastikan kelayakan pekerjaan proyek yang menelan anggaran hampir setengah miliar rupiah tersebut.

Pemuda menilai material timbunan yang digunakan tidak sesuai standar, cenderung berlumpur, serta pengerjaan drainase yang diabaikan. Kondisi ini dikhawatirkan membuat lapangan tidak dapat difungsikan dengan baik, bahkan berpotensi menjadi genangan saat musim hujan.

“Pembangunan sarana publik adalah untuk rakyat, bukan untuk memperkaya kontraktor dengan memberikan kualitas cacat. Pejabat tingkat kecamatan seharusnya tegas menolak pekerjaan seperti ini agar wibawa pemerintah tidak runtuh. Kami tidak akan diam melihat uang rakyat dihamburkan,” tegas Koordinator APW, Haikal Saym, Senin (30/1).

Senada dengan itu, Ketua Karang Taruna Watubangga, Rahmad Hidayat, menegaskan pihaknya hanya meminta pemerintah kecamatan memfasilitasi pertemuan dengan pihak terkait.

“Kami berharap camat bisa memediasi agar kami dapat bertemu Kadispora dan Bupati Kolaka untuk memastikan nasib pembangunan lapangan ini,” ujarnya.

Kekecewaan memuncak setelah camat dinilai lamban merespons aspirasi. APW pun menggelar aksi demonstrasi yang diikuti ratusan massa. Aksi tersebut berakhir setelah tercapai kesepakatan antara perwakilan pemuda dan Camat Watubangga.

Dalam kesepakatan itu, camat berjanji akan melayangkan surat kepada Bupati Kolaka dan Kadispora dalam waktu maksimal tiga hari kerja untuk memfasilitasi audiensi bersama pemuda.

APW menegaskan akan kembali menggelar aksi lebih besar jika komitmen tersebut tidak direalisasikan. Mereka juga mengancam menyatakan mosi tidak percaya kepada pemerintah kecamatan jika tuntutan diabaikan.

Sementara itu, Camat Watubangga, Muhammad Ibnu Munsyir, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti tuntutan tersebut. Ia menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan kewenangan Dispora Kolaka.

“Pada dasarnya pekerjaan ini merupakan satker Dispora Kolaka, dan kami di kecamatan hanya menerima informasi setelah pekerjaan selesai. Namun kami menerima poin-poin tuntutan teman-teman dan akan segera menindaklanjutinya, bahkan hari ini juga akan kami sampaikan kepada Bupati Kolaka,” jelasnya.


Editor: Muh Fajar

Berita BerikutnyaBandara Haluoleo Respon Keluhan Penumpang, Komit Tingkatkan Pelayanan
Bagikan:

Baca Juga