Pertama dalam Sejarah Kanwil Kemenag Sultra, 5 Perempuan Jadi Kepala KUA

Sultranesia
2 Min Baca
Pertama dalam Sejarah Kanwil Kemenag Sultra, 5 Perempuan Jadi Kepala KUA
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan manajerial, administrator serta jabatan fungsional dengan tugas tambahan sebagai Kepala KUA di lingkungan Kanwil Kemenag Sultra, Rabu (2/9/2026). Foto; Dok. Kemenag Sultra.

Kendari – Lima perempuan mencatat sejarah baru di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Tenggara (Sultra). Untuk pertama kalinya, lima perempuan dilantik sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di wilayah tersebut.

Kelima perempuan tersebut dipercaya memimpin KUA di sejumlah kabupaten, mulai dari Konawe Kepulauan, Konawe Utara, Kolaka Utara, Bombana hingga Muna.

Mereka dilantik dan diambil sumpah bersama 46 pejabat lainnya untuk jabatan manajerial, administrator serta jabatan fungsional dengan tugas tambahan sebagai Kepala KUA di Aula Kanwil Kemenag Sultra, Rabu (2/9/2026).

Kepala Kanwil Kemenag Sultra Mansur mengatakan, penunjukan lima perempuan sebagai Kepala KUA menjadi bagian dari transformasi KUA, bukan hanya dari sisi kelembagaan tetapi juga dalam memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan implementasi Peraturan Menteri Agama Nomor 24 Tahun 2024 dan KMA Nomor 1644 Tahun 2025 yang membuka kesempatan bagi Penyuluh Agama Islam untuk menduduki jabatan Kepala KUA.

"Kehadiran perempuan dalam kepemimpinan KUA menjadi bagian penting dari penguatan layanan yang semakin dekat dengan masyarakat. Pengalaman panjang para penyuluh perempuan dalam mendampingi keluarga, majelis taklim, dan komunitas keagamaan dinilai menjadi modal berharga dalam mengembangkan layanan KUA yang lebih responsif," ungkap Mansur.

Mansur menegaskan, Kepala KUA memiliki posisi penting karena kantor tersebut menjadi salah satu unit Kementerian Agama yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

Karena itu, pejabat yang baru dilantik, termasuk lima perempuan tersebut, diminta tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi mampu menghadirkan pelayanan yang berkualitas, responsif dan memberikan dampak nyata.

“Para KUA ini adalah etalasenya Kementerian Agama. Oleh karena itu, para KUA harus betul-betul memberikan pelayanan yang berdampak kepada masyarakat,” tegas Mansur.

Ia juga meminta para pejabat baru meneladani para senior yang selama ini menunjukkan komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk ketika harus memberikan pelayanan di luar jam kerja.

Lima perempuan yang dilantik sebagai Kepala KUA di lingkungan Kanwil Kemenag Sultra yakni:

  • Masyita, Kepala KUA Wawonii Tengah, Kabupaten Konawe Kepulauan.
  • St. Ramdawati At, Kepala KUA Lasolo, Kabupaten Konawe Utara.
  • Mu'Allimah A, Kepala KUA Purehu, Kabupaten Kolaka Utara.
  • Harnisa, Kepala KUA Mata Oleo, Kabupaten Bombana.
  • Waode Siti Karsi, Kepala KUA Lasalepa, Kabupaten Muna.

Pelantikan tersebut menjadi babak baru dalam kepemimpinan KUA di Sultra, sekaligus menunjukkan semakin terbukanya ruang bagi penyuluh perempuan untuk mengambil peran dalam pengelolaan pelayanan keagamaan di tingkat kecamatan.


Editor: Andise SL

Berita BerikutnyaCari Pegiat Seni yang Siap Tampil Tanpa Honor, Festival Literasi Dinas Perpustakaan Sultra Dikritik
Bagikan:

Baca Juga