Plafon Ruang Kelas SDN 5 Lasolo Konut Ambruk, Nyaris Timpa Siswa Sedang Belajar

Sultranesia
1 Min Baca
Plafon Ruang Kelas SDN 5 Lasolo Konut Ambruk, Nyaris Timpa Siswa Sedang Belajar
Material plafon yang jatuh bahkan nyaris menimpa seorang siswa kelas 4 yang sedang mengikuti pelajaran. Foto: Dok. Istimewa.

Konawe Utara - Suasana belajar mengajar di SD Negeri 5 Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), mendadak berubah mencekam.

Plafon ruang kelas tiba-tiba ambruk saat proses pembelajaran berlangsung pada Kamis (10/9/2026). Material plafon yang jatuh bahkan nyaris menimpa seorang siswa kelas 4 yang sedang mengikuti pelajaran.

Sekolah yang berada di Desa Waworaha, Kecamatan Lasolo, tersebut diketahui mengalami sejumlah kerusakan pada bagian bangunannya. Kondisi itu kini kembali menjadi sorotan setelah plafon ruang kelas roboh ketika siswa dan guru berada di dalam ruangan.

Wali Kelas 4 SDN 5 Lasolo, Alam Ikram Awaluddin Alamsyah, mengatakan kejadian plafon ambruk bukan kali pertama terjadi.

Menurutnya, kerusakan pada bangunan sekolah sudah berulang kali menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.

"Kejadian ini bukan pertama kali, melainkan sudah sering terjadi di mana plafon ruangan kelas jatuh. Kami berharap pihak pemerintah untuk berkunjung langsung ke sekolah kami demi kelayakan dan kenyamanan kami serta anak-anak peserta didik dalam kegiatan pembelajaran yang maksimal," kata Alam saat dikonfirmasi, Jumat (11/9/2026).

Ia meminta pemerintah daerah dan instansi terkait tidak hanya menerima laporan, tetapi turun langsung melihat kondisi bangunan sekolah.

Alam berharap pemerintah segera mengambil langkah perbaikan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

"Setidaknya ada rehabilitasi, biar kami juga bisa merasakan kenyamanan dan kelayakan ruangan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran yang kondusif," harapnya.

Peristiwa ini menjadi alarm serius bagi pemerintah terkait kondisi fasilitas pendidikan di daerah. Sebab, ruang kelas yang seharusnya menjadi tempat aman bagi siswa untuk menimba ilmu justru berpotensi mengancam keselamatan mereka.

Jika tidak segera ditangani, kerusakan bangunan tersebut dikhawatirkan dapat kembali menimbulkan kejadian serupa, bahkan berisiko menyebabkan korban.


Editor: Muh Fajar

Berita BerikutnyaSultra Ekspor 1.027 Ton Tapioka dan Minyak Kelapa, Nilainya Rp10,9 Miliar
Bagikan:

Baca Juga