Polda Sultra Agendakan Periksa Dirjen Planologi Kemenhut Terkait Laporan PT Toshida


Kendari - Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mendalami laporan PT Toshida Indonesia terkait dugaan penghalangan aktivitas pertambangan yang berkaitan dengan persoalan akses jalan dan kawasan hutan di Kabupaten Kolaka.
Terbaru, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra telah mengagendakan pemeriksaan terhadap pihak Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Kehutanan.
Dirkrimsus Polda Sultra Kombes Pol Wisnu Wibowo mengatakan, laporan tersebut masih berada pada tahap penyelidikan. Penyidik juga telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta mengambil sejumlah titik koordinat.
“Masih dalam proses penyelidikan. Di situ ada pengambilan titik koordinat, segala macam,” kata Wisnu saat ditemui di sela-sela kegiatan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra di Hotel Claro Kendari, Selasa (8/9/2026).
Pemeriksaan terhadap pihak Dirjen Planologi dilakukan setelah penyidik menerima surat dari Kementerian Kehutanan yang sebelumnya menangani persoalan antara PT Toshida Indonesia dan PT Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP).
Persoalan tersebut berkaitan dengan Surat Keputusan (SK) pelepasan kawasan hutan PT IPIP serta Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) PT Toshida Indonesia.
Dalam surat tersebut, salah satu rekomendasi Dirjen Planologi meminta PT IPIP memberikan akses jalan kepada PT Toshida Indonesia.
“Surat sudah ada, tinggal kita periksa dari Dirjen Planologinya,” ujar Wisnu.
Menurut Wisnu, surat pemeriksaan telah diajukan kepada pihak Dirjen Planologi. Saat ini, penyidik masih menunggu balasan untuk menentukan mekanisme pemeriksaan.
“Surat sudah kita ajukan ke sana, tinggal tunggu balasan suratnya,” jelasnya.
Polda Sultra belum memastikan apakah pihak Dirjen Planologi akan dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di Polda Sultra atau penyidik yang akan mendatangi Jakarta.
“Dibahas dulu suratnya,” kata Wisnu.
Dalam proses penyelidikan, penyidik telah memeriksa lebih dari 12 saksi. Mereka berasal dari kedua belah pihak yang berselisih, termasuk sejumlah ahli.
“Sejauh ini keseluruhannya saksi sekitar 12 orang saksi lebih yang kita periksa. Dari kedua belah pihak, termasuk juga daripada beberapa ahli,” ungkap Wisnu.
Tak hanya saksi, pimpinan PT Toshida Indonesia dan PT IPIP juga telah menjalani klarifikasi. Pihak PT Rimau turut dimintai klarifikasi oleh penyidik.
“Sudah ada klarifikasinya. Pimpinan Toshida, pimpinan IPIP sudah ada klarifikasi. Semua pimpinan yang berperkara juga sudah diklarifikasi semuanya,” tuturnya.
Penyidik juga telah turun langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi lapangan sekaligus mengambil titik koordinat sebagai bagian dari penyelidikan.
Di sisi lain, pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah berupaya mencegah persoalan tersebut berkembang lebih jauh. Kedua pihak sebelumnya telah dipertemukan untuk mencari jalan keluar.
“Dari preventif, juga dari bupati, juga Forkopimda, sudah mempertemukan kedua belah pihak,” ujarnya.
Wisnu mengatakan, berdasarkan kondisi yang berkembang di lapangan, persoalan tersebut lebih mengarah pada sengketa antara kedua belah pihak.
Meski demikian, Polda Sultra tetap mendalami laporan PT Toshida Indonesia guna memastikan fakta sebenarnya, termasuk ada atau tidaknya unsur pidana dalam dugaan penghalangan aktivitas pertambangan tersebut.
“Karena realitanya permasalahan lebih mengarah ke sengketa kedua belah pihak,” pungkasnya.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaKajati Turun Tangan Cek Berkas Perkara Penipuan Anggota DPRD Konawe Teguh Rahmat
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







