Polda Sultra Ungkap Peredaran Narkoba Jaringan Internasional, 5 Kurir Ditangkap


Kendari - Direktorat Narkoba Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba lintas provinsi dan internasional dengan menangkap lima tersangka kurir narkoba selama periode Juni hingga Agustus 2024. Kelima tersangka yang ditangkap adalah PR (23), SI (34), ZG (28), TR (25), dan AJ (20).
Operasi ini berhasil mengamankan barang bukti berupa shabu seberat 6.904,5556 gram dan ganja seberat 2,64 gram. Kapolda Sulawesi Tenggara, Irjen Pol Dwi Irianto, menjelaskan bahwa PR, SI, TR, dan AJ bertindak sebagai kurir lintas provinsi yang mengantarkan shabu ke wilayah Kendari, sementara ZG diduga berperan sebagai kurir antar negara dalam jaringan internasional yang melibatkan rute dari Kuala Lumpur, Malaysia, menuju Indonesia hingga ke Kendari.
“Nilai kerugian negara akibat peredaran narkotika ini diperkirakan mencapai Rp 8.285.466.720. Jika diasumsikan 1 gram shabu dapat digunakan oleh 10 orang, maka operasi ini berhasil menyelamatkan sekitar 690.500 orang dari penyalahgunaan narkotika,” ujar Irjen Pol Dwi Irianto, dalam konferensi pers yang digelar, Kamis (29/8).
Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Sulawesi Tenggara, Kombes Pol Ardiyanto Tedjo Baskoro, menyatakan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polda Sulawesi Tenggara.
“Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Kami akan terus melakukan pengembangan kasus ini dan membongkar jaringan narkoba lainnya,” tegas Ardiyanto.
Para tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.
Sebagai bagian dari upaya penegakan hukum, Polda Sulawesi Tenggara juga melakukan pemusnahan barang bukti usai konferensi pers, menegaskan sikap tegas terhadap kejahatan narkotika yang merusak masyarakat. Penangkapan ini menjadi langkah penting dalam memutus rantai peredaran narkoba yang semakin mengkhawatirkan, terutama di wilayah Sulawesi Tenggara.
Laporan: Denyi Risman
Berita BerikutnyaUmar Bonte Dukung Ruksamin-Sjafei, Siap All Out Menangkan di Pilgub
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







