Respon DLHK Kendari soal Sungai Kotor Dipenuhi Sampah Plastik


Kendari - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari merespon tumpukan sampah plastik di sungai yang ada di Jln Made Sabara, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga.
"Terima kasih infonya, kami tidak ada lagi alasan atau diskusi, poinnya bagi kami, kita bersihkan," kata Kepala DLHK Kendari, Paminuddin, dikonfirmasi Sultranesia.com, terkait kondisi sungai itu.
Paminuddin mengatakan bahwa pihaknya sebenarnya rutin melakukan pembersihan di lokasi tersebut, bahkan sudah memasang jaring sampah agar aman.
Namun demikian, prilaku oknum warga tak bertanggung membuang sampah ke sungai menjadi biang sungai tersebut dipenuhi sampah.
Untuk itu dia mengimbau agar warga menjaga kebersihan lingkungannya sendiri
"Karena tidak sejengkalpun lahan yang ada di kota ini tidak bertuan, semua ada pemilik lahannya sehingga jika semua warga menjaga kebersihannya maka bersilah Kota Kendari," katanya.
"Dan kami mengajak masyarakat terlibat langsung bersama ASN sebagi duta kebersihan yang dipimpin langsung Pak Pj Wali Kota bersama, Sekda, Forkopimda dan seluruh OPD serta Camat Lurah, semua turun lapangan," pungkasnya.
Kondisi Sungai
Kondisi salah satu sungai yang ada Jln Made Sabara, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) sangat kotor.
Pantauan jurnalis Sultranesia pada Selasa 16 Januari 2024, sungai tersebut nampak dipenuhi sampah plastik. Kondisi airnya pun nampak hitam.
Salah satu warga sekitar yang dijumpai Sultranesia mengatakan, kondisi ini sudah berlangsung lama.
Sampah-sampah tersebut, kata dia, menumpuk hingga mencapai permukaan sungai. Hingga hujan lebat dan volume air meningkat, sampah tersebut ikut naik hingga berserakan.
"Kalau bersamaan naik (air pasang) banjir, suka naik (sampah)," kata warga yang enggan ditulis namanya.
Menurut dia, sampah tersebut sudah beberapa kali dibersihkan, namun tak berselang lama, sampah kembali menumpuk.
Tak jarang sampah yang menumpuk itu menyumbat aliran sungai, tak jarang saat hujan deras, sampah membuat air sungai meluap masuk ke rumah warga. "Tahun lalu sempat banjir," katanya.
Kondisi menumpuknya sampah di Kota Kendari menjadi masalah klasik yang tak kunjung tuntas.
Di saat musim hujan seperti ini, sampah menjadi masalah, tak jarang bisa menjadi salah satu penyebab banjir.
Kondisi sungai yang kotor juga menjadi teman nyaman nyamuk bisa berkembang biak, dan diduga menjadi salah satu sebab meningkatkan kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) yang saat ini terjadi.
Laporan: Rijal
Berita BerikutnyaUsai Bebas, Besok Nur Alam Tiba di Kendari, Ini Agendanya
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







