Ribuan Bibit Tebu dari Lampung Masuk Sultra, Karantina Lakukan Pemeriksaan

Sultranesia
2 Min Baca
Ribuan Bibit Tebu dari Lampung Masuk Sultra, Karantina Lakukan Pemeriksaan
Sebanyak 1.500 batang bibit tebu didatangkan dari Kabupaten Lampung Selatan, menjalani pengawasan ketat oleh petugas Karantina Sultra di Cargo Satuan Pelayanan Bandara Haluoleo. Foto: Dok. Karantina Sultra.

Kendari – Sebanyak 1.500 batang bibit tebu didatangkan dari Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, menuju Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Namun sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan, ribuan bibit tebu tersebut terlebih dahulu menjalani pengawasan ketat oleh petugas Karantina Sultra di Cargo Satuan Pelayanan Bandara Haluoleo.

Pengawasan dilakukan untuk memastikan bibit tebu jenis Saccharum officinarum itu memenuhi persyaratan karantina dan tidak membawa organisme pengganggu tumbuhan yang berpotensi mengancam sektor pertanian di Sultra.

Kepala Karantina Sultra, A. Azhar, mengatakan pengawasan terhadap lalu lintas komoditas tumbuhan menjadi langkah penting untuk mencegah masuk dan tersebarnya hama maupun penyakit tanaman dari daerah lain.

“Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap komoditas dan dokumen persyaratan karantina. Pemeriksaan meliputi kesesuaian jenis, jumlah, asal dan tujuan pengiriman, serta kondisi fisik bibit tebu,” ujar A. Azhar.

Menurutnya, pemeriksaan juga dilakukan untuk memastikan seluruh bibit yang masuk ke Sulawesi Tenggara telah memenuhi ketentuan karantina.

Selain mengecek kelengkapan dokumen, petugas turut memastikan kondisi fisik bibit dan mengawasi kemungkinan adanya organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK).

Bibit tebu merupakan salah satu komoditas penting yang dapat mendukung pengembangan sektor pertanian. Namun, perpindahan bibit dari satu daerah ke daerah lain juga memiliki risiko apabila tidak melalui pengawasan yang sesuai.

Pasalnya, bibit tanaman berpotensi menjadi media pembawa hama maupun penyakit tumbuhan yang dapat menyebar ke wilayah baru.

Karena itu, Karantina Sultra melakukan pemeriksaan terhadap setiap komoditas tumbuhan yang masuk untuk memastikan lalu lintas pertanian berlangsung aman.

A. Azhar mengatakan pengawasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kelancaran distribusi komoditas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melindungi sumber daya pertanian di Sulawesi Tenggara.

“Pengawasan dilakukan untuk memastikan bibit yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan karantina dan tidak membawa organisme pengganggu tumbuhan,” katanya.

Setelah melalui proses pengawasan di Cargo Bandara Haluoleo, bibit tebu tersebut selanjutnya akan dikirim menuju Kabupaten Konawe Selatan untuk mendukung pengembangan komoditas pertanian di daerah tersebut.

Karantina Sultra menegaskan akan terus memperkuat pengawasan terhadap lalu lintas komoditas pertanian yang masuk maupun keluar daerah.

Melalui pengawasan tersebut, Karantina berharap pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan cepat dan profesional, sekaligus memastikan setiap komoditas yang dilalulintaskan memenuhi ketentuan yang berlaku dan aman bagi sektor pertanian Bumi Anoa.


Editor: Redaksi

Berita BerikutnyaBaubau-Busel Bahas Subsidi Penerbangan, Bandara Betoambari Didorong Jadi Penggerak Ekonomi
Bagikan:

Baca Juga