Sapi Mati di Jerat, Kades Langkoroni Muna Salahkan Petani dan Ingatkan Wartawan


Muna - Kepala Desa Langkoroni, Kecamatan Maligano, Kabupaten Muna, Abadin, angkat bicara menanggapi polemik kematian seekor sapi yang diduga terjerat di kebun milik warga. Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut telah ditangani oleh pemerintah desa, dan dari hasil peninjauan di lapangan, tak ditemukan jejak kerusakan pada tanaman di lokasi kejadian.
“Yang diminta ganti rugi itu, sapinya mati di jerat sama yang punya kebun. Sudah diproses, tanaman tidak ada yang rusak, lalu sapinya mati,” ujar Abadin saat diwawancarai, Jumat (4/4).
Namun, riak cerita dari warga justru mengalir ke arah berbeda. Sapi malang itu, menurut mereka, ditemukan mati cukup jauh dari lahan petani yang sudah berpagar rapat. Petani pun bersikeras bahwa jerat dipasang di dalam kebun pribadinya; bukan sebagai perangkap, melainkan sebagai benteng terakhir dari gempuran hama yang kerap merusak hasil bumi mereka.
Menyoal belum adanya Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur tata kelola ternak dan lahan pertanian, Abadin menjelaskan bahwa dirinya baru dua tahun menjabat sebagai kepala desa. Ia mengaku tak mengetahui secara rinci proses penyusunan Perdes yang disebut-sebut pernah diajukan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
“Empat tahun gimana… Nah, saya baru menjabat baru dua tahun,” katanya, singkat namun bernada tanya.
Pernyataan ini merupakan tanggapan atas klaim anggota BPD Langkoroni, Abdul Rahman Sembang, yang menyebut telah mendorong pengesahan draf Perdes selama empat tahun terakhir. Abadin dengan tegas membantah.
“Ahh, itu yang tidak benar… BPD Rahman ya,” tukasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Abadin mengingatkan wartawan agar lebih cermat dalam menyalurkan informasi ke khalayak, khususnya terkait kasus yang belum memiliki laporan resmi. Ia menekankan pentingnya proses verifikasi, termasuk mengenai kepemilikan sapi yang menjadi pokok perkara.
“Hati-hati bikin berita ya. Kemudian, kasus sapi yang masuk ke kebun itu tidak pernah ada laporan. Kalau ada laporan, sapi itu harus dipastikan dulu siapa pemiliknya,” tegasnya.
Terkait rencana penyusunan Perdes, Abadin menegaskan bahwa regulasi tersebut tidak bisa diberlakukan secara mundur. Penyusunan aturan, lanjutnya, akan dilakukan bersama BPD yang baru setelah masa jabatan yang sekarang usai.
“Kalau tentang Perdes sapi, tidak berlaku surut. Kan masih BPD yang sekarang yang rancang, nanti setelah BPD ini berakhir, baru kita rancang lagi dengan BPD yang baru. Aneh itu kalau BPD yang mencari Perdes,” tambahnya.
Menutup keterangannya, Abadin menegaskan bahwa setiap persoalan di desa merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah desa dan BPD. Ia menaruh harapan bahwa setiap riak kecil bisa diredam dengan musyawarah.
“Setiap permasalahan di desa pasti diselesaikan pemdes dan BPD, termasuk soal sapi,” tandasnya.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaPolres Muna Klarifikasi Dugaan Kekerasan Polisi terhadap Warga Muna di Pantai Meleura
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







