STQH Nasional 2025 di Sultra: Mendekap Bumi Melalui Ekoteologi


Kendari - Perhelatan akbar Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional XXVIII yang digelar pada 9-19 Oktober 2025 di Sulawesi Tenggara baru saja berakhir. Mengusung tema Syiar Al-Qur’an dan Hadis, Merawat Kerukunan dan Melestarikan Lingkungan, kegiatan ini menghadirkan semangat baru dalam upaya menjaga kelestarian alam berdasarkan nilai-nilai keislaman.
Di tengah provinsi yang dikenal luas dengan aktivitas pertambangan nikelnya, STQH Nasional kali ini seakan menjadi penanda bahwa isu lingkungan hidup kini menjadi perhatian serius di Sulawesi Tenggara.
Dalam upacara penutupan, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menegaskan pentingnya menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan dalam menjaga bumi.
“Dalam ajaran Islam, kita sudah diingatkan tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup. Karena itu, kita ingin menyiarkan pesan ini ke masyarakat. Ke depan, kami akan melakukan revitalisasi tempat-tempat yang memiliki potensi ekonomi, tapi tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” ujar Andi.
Konsep pelestarian lingkungan, menurutnya, tidak harus dimulai dari kebijakan besar, tetapi bisa dari langkah-langkah kecil yang dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Hal senada disampaikan oleh Amanda Katili, Director The Climate Reality Project Indonesia. Ia menekankan pentingnya kebiasaan sederhana dalam mewujudkan gaya hidup berkelanjutan.
“Menerapkan hidup berkelanjutan bisa dimulai dari hal kecil. Misalnya, tidak membuang pakaian yang masih layak pakai hanya karena tren fesyen berubah. Langkah kecil seperti ini bisa berdampak besar bagi lingkungan,” kata Amanda dalam program Light Vibes from Amanda di kanal YouTube miliknya.
Sebagai salah satu provinsi penghasil nikel terbesar di dunia, Sulawesi Tenggara menghadapi tantangan besar dalam menerapkan prinsip keberlanjutan di tengah tekanan industri pertambangan.
Masih adanya praktik-praktik tambang ilegal dan kerusakan lingkungan membuat penerapan konsep pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) membutuhkan komitmen kuat dari semua pihak.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, luas wilayah tambang di Sulawesi Tenggara mencapai 198.624 hektare, sementara total lahan yang memiliki potensi tambang diperkirakan mencapai 2,17 juta hektare, atau sekitar 57 persen dari luas provinsi.
Kondisi ini sekaligus menjadi tantangan dan peluang bagi Sulawesi Tenggara untuk menjadi contoh dalam menggabungkan nilai keagamaan dan pelestarian lingkungan.
Salah satu pendekatan yang muncul dari refleksi STQH ini adalah konsep ekoteologi — pandangan beragama yang menekankan hubungan harmonis antara manusia dan alam. Dalam Islam, hal ini tercermin dalam tiga hubungan utama: Hablun Minallah (hubungan dengan Tuhan), Hablun Minannas (hubungan dengan sesama manusia), dan Hablun Minal Alam (hubungan dengan alam).
Melalui Hablun Minal Alam, manusia diingatkan bahwa dirinya merupakan bagian dari alam semesta dan memiliki tanggung jawab sebagai khalifah untuk menjaga kelestarian bumi. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah ayat 30: Sesungguhnya Aku menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi.
Momentum STQH Nasional XXVIII diharapkan menjadi awal dari gerakan bersama untuk menjadikan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari syiar Islam di Sulawesi Tenggara. Dengan semangat keberlanjutan yang bersumber dari ajaran agama, provinsi ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan kelestarian alam.
“Teruslah konsisten melakukan kebaikan kecil bagi lingkungan. Mulai dari rumah, dari diri sendiri. Karena dengan begitu, kita turut memitigasi krisis iklim dan menjaga bumi bagi generasi mendatang,” tutup Amanda. Adv.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaTanah Milik 8 Warga Baito Kendari Diduga Diserobot, Begini Kronologinya
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







