Tahanan Polres Kolut Kabur: 2 Ditangkap, 9 Masih Diburu, Hutan-Pegunungan Disisir

Sultranesia
1 Min Baca
Tahanan Polres Kolut Kabur: 2 Ditangkap, 9 Masih Diburu, Hutan-Pegunungan Disisir
Polres Kolaka Utara. Foto: Dok. Istimewa.

Kendari - Personel Polres Kolaka Utara (Kolut) terus memburu para tahanan yang kabur dari rumah tahanan (Rutan) Polres Kolut pada Kamis (2/7/2026) dini hari. Seluruh personel dikerahkan, mulai dari penyekatan di sejumlah ruas jalan hingga penyisiran kawasan hutan dan pegunungan.

Dari total 11 tahanan yang melarikan diri, dua orang telah berhasil diamankan kembali. Sementara 9 tahanan lainnya diduga masuk ke kawasan hutan untuk menghindari pengejaran petugas.

Kapolres Kolut AKBP Ritman Todoan Agung Gultom mengatakan sebagian tahanan yang kabur melarikan diri ke arah hutan. Meski demikian, polisi mengklaim telah mengetahui posisi mereka dan saat ini tengah melakukan pengepungan.

"Posisi dari para tersangka yang berhasil melarikan diri ke dalam hutan posisinya sudah diketahui dan sudah terkepung," ujar Ritman dilansir dari Kendariku.

Berdasarkan informasi sementara, para tahanan diduga lebih dulu memotong teralis sel tahanan sebelum kabur dengan memanjat tembok yang cukup tinggi menggunakan selang air.

Kasi Humas Polres Kolaka Utara, Aipda Ahmad Syaiful, membenarkan satu tahanan telah berhasil ditangkap kembali.

"Iya benar, dua orang tahanan telah berhasil diamankan kembali," kata Ahmad.

Ia menjelaskan para tahanan yang kabur merupakan tersangka dalam berbagai kasus kriminal, mulai dari pencurian, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), narkotika, penggelapan, hingga pencurian kendaraan bermotor.

Saat ini, personel Polres Kolaka Utara masih melakukan pengejaran secara intensif dengan menggelar razia, penyekatan di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pelarian, serta penyisiran hingga ke kawasan pegunungan.

Menurutnya, kawasan pegunungan menjadi salah satu fokus pencarian karena diduga digunakan para tahanan sebagai lokasi persembunyian.

"Operasi pencarian masih terus dilakukan secara intensif, termasuk menyisir kawasan pegunungan," pungkasnya.


Editor: Muh Fajar

Berita BerikutnyaSektor Transportasi Jadi Pemicu Utama Inflasi di Kendari pada Juni 2026
Bagikan:

Baca Juga