TPAS Puuwatu Dapat Perhatian Serius Kemendagri, Pemkot Siapkan Rp24 Miliar Bangun TPST

Sultranesia
2 Min Baca
TPAS Puuwatu Dapat Perhatian Serius Kemendagri, Pemkot Siapkan Rp24 Miliar Bangun TPST
Tim Bangda Kemendagri bersama Pemerintah Kota Kendari turun langsung meninjau kawasan TPAS Puuwatu, Kamis (27/8/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk melihat kondisi fasilitas sekaligus sistem pengelolaan sampah yang berjalan di kawasan tersebut. Foto: Do

Kendari - Pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Puuwatu, Kota Kendari, mendapat perhatian dari Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri.

Tim Bangda Kemendagri bersama Pemerintah Kota Kendari turun langsung meninjau kawasan TPAS Puuwatu, Kamis (27/8/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk melihat kondisi fasilitas sekaligus sistem pengelolaan sampah yang berjalan di kawasan tersebut.

Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari kesiapan Kota Kendari mengikuti program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP).

Tim Bangda Kemendagri didampingi Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, Kepala Bappeda Kota Kendari Muh. Syaiful, Kepala Dinas PUPR Muh. Jayadi, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Erlis Sadya Kencana bersama jajaran teknis terkait.

Di kawasan TPAS, rombongan melihat langsung sejumlah fasilitas pengelolaan sampah. Mulai dari area pembuangan sampah, jembatan timbang, sumur bor hingga fasilitas pengolahan sampah yang menghasilkan gas metan.

Peninjauan ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran faktual mengenai kondisi pengelolaan sampah di lapangan, sekaligus mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu diperkuat.

Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah pengolahan dan pemanfaatan gas metan. Gas yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah tersebut telah dimanfaatkan sebagai sumber energi.

Pemanfaatan gas metan bahkan diperlihatkan secara langsung kepada tim Bangda Kemendagri. Kunjungan lapangan itu ditutup dengan menikmati pisang goreng yang proses memasaknya menggunakan energi dari gas metan hasil pengolahan sampah di kawasan Puuwatu.

Wakil Wali Kota Kendari Sudirman mengapresiasi kunjungan sekaligus pendampingan yang dilakukan Bangda Kemendagri.

Menurutnya, peninjauan langsung ke lapangan penting untuk memberikan gambaran nyata mengenai kondisi pengelolaan sampah di Kota Kendari, termasuk berbagai kebutuhan yang masih harus diperkuat.

Sudirman memastikan Pemkot Kendari akan menindaklanjuti berbagai catatan yang diperoleh dari hasil kunjungan tersebut melalui perangkat daerah terkait.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Kendari Muh. Syaiful mengungkapkan Pemkot Kendari telah menyiapkan anggaran sekitar Rp24 miliar untuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Puuwatu pada 2027.

Pembangunan TPST tersebut diharapkan semakin memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kota Kendari agar tidak hanya berorientasi pada pembuangan akhir, tetapi juga mendorong pengolahan dan pemanfaatan sampah secara lebih optimal.

Selain pembangunan TPST, Pemkot Kendari juga terus menjalankan sejumlah program penguatan pengelolaan sampah.

Di antaranya gerakan ASN mengumpulkan sampah, pilot project pengelolaan sampah di Kecamatan Kadia serta pembentukan Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di setiap kecamatan.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Kendari berupaya mendorong pengelolaan sampah di Puuwatu menuju sistem yang lebih terpadu, modern dan berkelanjutan.

Kunjungan Bangda Kemendagri pun menjadi momentum untuk mengevaluasi kondisi yang ada sekaligus memperkuat kesiapan Kota Kendari dalam mengembangkan layanan pengelolaan sampah ke depan.


Editor: Muh Fajar

Berita BerikutnyaPeras Perusahaan Tambang, Ketua LSM di Kendari Ditangkap Polisi
Bagikan:

Baca Juga