Daerah  

UMKM Mulai Rasakan Dampak Berhentinya Operasional PT WIN di Torobulu

Halwiyati, pemilik kios di Desa Torobulu. Foto: Dok. Istimewa.

Konawe Selatan – Terhentinya aktivitas operasional PT Wijaya Inti Nusantara (PT WIN) mulai memberi dampak serius terhadap perekonomian masyarakat di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan.

Bukan hanya pekerja perusahaan yang terdampak. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar wilayah operasional juga mulai merasakan langsung menurunnya perputaran uang.

Salah satunya Halwiyati, pemilik kios di Desa Torobulu. Ia mengaku omzet usahanya mengalami penurunan drastis sejak aktivitas PT WIN tidak lagi berjalan.

Menurut Halwiyati, sebelumnya karyawan perusahaan menjadi salah satu pelanggan rutin yang berbelanja di kios miliknya. Namun, kondisi itu berubah setelah operasional perusahaan berhenti.

“Sekarang sangat terasa. Penghasilan kios turun drastis sejak PT WIN tidak beroperasi. Dulu karyawan sering belanja di sini, sekarang sudah sangat berkurang,” ujar Halwiyati, Selasa (11/8).

Penurunan omzet tersebut membuat Halwiyati semakin kesulitan memenuhi kebutuhan keluarganya. Dengan penghasilan yang kini hanya mengandalkan kios, ia harus tetap memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga di tengah kondisi ekonomi yang semakin berat.

“Saya pusing, karena biaya keluarga harus ditanggung sendiri. Suami juga susah. Mau kerja berat juga susah. Penghasilan saya hanya dari kios,” katanya.

Beban yang ditanggung Halwiyati juga tidak hanya untuk dirinya dan anak-anak. Ia mengaku masih harus membantu anggota keluarga lainnya yang ikut bergantung kepadanya.

Sementara itu, kebutuhan sehari-hari tidak bisa berhenti. Makanan, biaya sekolah anak, hingga kebutuhan rumah tangga tetap harus dipenuhi meski pendapatan usaha mengalami penurunan.

Halwiyati mengatakan, ketika aktivitas PT WIN masih berjalan, geliat ekonomi di sekitar Torobulu terasa lebih hidup. Karyawan perusahaan yang berbelanja ikut menggerakkan usaha kecil masyarakat.

“Kalau orang tua mau makan mungkin masih bisa ditahan. Tapi kalau anak-anak mau makan, tidak bisa ditunda. Anak-anak mau sekolah, kebutuhan tetap jalan, sementara penghasilan sekarang sudah sangat menurun,” ungkapnya.

Ia berharap kondisi tersebut mendapat perhatian dan persoalan yang menyebabkan terhentinya aktivitas PT WIN dapat segera diselesaikan, sehingga roda ekonomi masyarakat kembali bergerak.

Halwiyati juga berharap Presiden Prabowo Subianto dapat membantu mempercepat penyelesaian persoalan RKAB yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan.

“Harapan saya, Presiden Prabowo bisa membantu agar persoalan RKAB ini cepat selesai. Kami masyarakat berharap ekonomi bisa kembali stabil seperti dulu. Kami hanya ingin bisa bekerja, berusaha dan memenuhi kebutuhan keluarga,” tutupnya.

Dampak berhentinya aktivitas perusahaan, seperti yang dirasakan Halwiyati, menunjukkan bahwa efeknya tidak hanya dirasakan oleh pekerja perusahaan.

Perputaran ekonomi di sekitar wilayah operasional turut bergantung pada aktivitas tersebut. Ketika perusahaan berhenti beroperasi, dampaknya dapat merambat ke pelaku UMKM, tukang ojek, pedagang, keluarga pekerja, hingga sektor ekonomi masyarakat lainnya.


Editor: Muh Fajar

error: Content is protected !!