Video Viral Jadi Polemik, Kadinkes Konkep Minta Maaf kepada Pegiat PAAP Wawonii

Sultranesia
3 Min Baca
Video Viral Jadi Polemik, Kadinkes Konkep Minta Maaf kepada Pegiat PAAP Wawonii
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Kepulauan, Bisman Abdullah. Foto: Dok. Istimewa.

Konawe Kepulauan - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Bisman Abdullah, menyampaikan permintaan maaf kepada para pegiat Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) Wawonii setelah video yang memuat ucapan bernada ejekan terhadap aktivitas kelompok tersebut viral dan menuai kecaman.

Video berdurasi 2 menit 18 detik itu merekam persiapan pemasangan tapal batas kelestarian kawasan konservasi laut Wawonii di empat titik zona inti. Dalam rekaman tersebut terdengar suara yang diduga merupakan suara Bisman dengan sejumlah ucapan yang dinilai merendahkan aktivitas PAAP.

Bisman menjelaskan video itu direkam pada Sabtu pagi, 12 September 2026, setelah dirinya selesai memancing. Ia menyebut rekaman tersebut awalnya dibuat untuk candaan di grup WhatsApp Wawonii Fishing dan tidak ditujukan untuk menghina kelompok PAAP.

“Sebenarnya tidak ada maksud mengejek apalagi menghina. Karena video itu cuma sebatas candaan di grup WhatsApp Wawonii Fishing. Namun karena sudah disebarluaskan hingga keluar jadi konsumsi publik dan dianggap tidak baik maka saya secara pribadi meminta maaf,” kata Bisman saat dihubungi melalui telepon, Senin (14/9/2026).

Bisman kemudian menyampaikan permintaan maaf secara khusus kepada para pegiat PAAP Wawonii yang merasa keberatan dengan isi video tersebut.

“Olehnya dari lubuk hati yang terdalam saya meminta maaf kepada saudara-saudaraku pegiat PAAP,” ujarnya.

Ia mengatakan, sebelum video dibuat, dirinya sempat mendapat candaan dari salah seorang pegiat PAAP bernama Sadam yang menyebut istilah “boncos” karena Bisman tidak mendapatkan ikan saat memancing.

Menurut Bisman, saling melontarkan candaan merupakan hal yang biasa dalam aktivitas memancing. Namun, ia menyadari ucapan tersebut menimbulkan persoalan setelah rekaman tersebar luas dan menjadi konsumsi publik.

Di sisi lain, Bisman menegaskan dirinya memahami dan mengapresiasi tujuan PAAP dalam menjaga kawasan konservasi laut Wawonii. Ia menilai pemasangan patok untuk memperjelas batas kawasan konservasi merupakan langkah yang baik.

Namun, Bisman menyoroti masih adanya aktivitas nelayan yang diduga melakukan illegal fishing di perairan Wawonii. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai tantangan yang harus dihadapi bersama, termasuk terhadap praktik pengeboman ikan yang menurutnya masih terjadi.

“Tujuan dari kata-kata di dalam video yang dilakukan teman-teman PAAP dalam menjaga wilayah konservasi dengan cara memasang patok sangat baik. Tapi pada kenyataannya masih ada aktivitas nelayan yang melakukan illegal fishing,” jelasnya.

Terkait ucapan dalam video mengenai campuran maupun besaran patok, Bisman tidak menampiknya. Ia kembali menegaskan pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks candaan.

Bisman berharap polemik tersebut tidak terus diperbesar dan gaya bicaranya dalam rekaman dapat dimaklumi. Ia kembali menyampaikan apresiasi terhadap kerja PAAP dan aparat dalam menjaga kawasan laut Wawonii.

“Sekali lagi saya minta maaf. Saya mengapresiasi langkah dan kerja keras teman-teman PAAP serta aparat dalam menjaga kelestarian laut Wawonii,” katanya.

Sebelumnya, Ketua PAAP Wawonii, Amal Rezki Fauzi, mengecam isi video tersebut. Ia menilai ucapan yang terdengar dalam rekaman telah mencederai etika birokrasi sekaligus merendahkan perjuangan masyarakat yang terlibat dalam menjaga kawasan laut.

PAAP Wawonii kemudian meminta Bisman menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh anggota kelompok dan pihak yang terlibat dalam kegiatan konservasi.

PAAP selama ini menjalankan pengelolaan sumber daya perikanan berbasis masyarakat melalui sosialisasi, edukasi kepada nelayan, serta pengawasan perikanan dengan melibatkan aparat penegak hukum, termasuk Polairud dan TNI AL.

Pemasangan tapal batas di empat titik zona inti kawasan konservasi Wawonii dilakukan untuk memperjelas kawasan lindung dan mendukung keberlanjutan sumber daya laut.


Editor: Denyi Risman

Berita BerikutnyaLa Ode Safaruddin Masuk DPRD Muna Barat Lewat PAW, Ini Perolehan Suaranya di Pileg 2024
Bagikan:

Baca Juga