Wali Kota Kendari Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di Forum Asia-Pacific Mayors Academy

Sultranesia
2 Min Baca
Wali Kota Kendari Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di Forum Asia-Pacific Mayors Academy
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran. Foto: Dok. Istimewa.

Kendari - Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menjadi satu-satunya kepala daerah dari Indonesia yang terpilih mengikuti Asia-Pacific Mayors Academy (APMA) for Sustainable Urban Development 2026. Forum bergengsi ini merupakan program pengembangan kepemimpinan bagi wali kota dan kepala daerah di kawasan Asia Pasifik.

Program hasil kolaborasi UN-Habitat, UCLG ASPAC, UN ESCAP, APRU, UNU-IAS, dan IGES tersebut diikuti 14 kepala daerah dari enam negara, yakni Nepal, Pakistan, Indonesia, Filipina, Sri Lanka, dan India. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung secara virtual sejak April hingga Agustus 2026.

Selama lima bulan, para peserta mengikuti berbagai sesi pembelajaran, diskusi kebijakan, studi kasus, pertukaran pengalaman, hingga pendampingan langsung dari pakar internasional di bidang pembangunan perkotaan berkelanjutan.

Siska Karina Imran mengaku bangga sekaligus merasa memiliki tanggung jawab besar karena dipercaya menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam forum tersebut.

"Saya bersyukur atas kesempatan ini. Menjadi satu-satunya wakil Indonesia di Asia-Pacific Mayors Academy merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar," ujar Siska, Kamis (30/7).

"Kami ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dari berbagai kota di Asia Pasifik, berbagi pengalaman, sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi pembangunan yang sedang dijalankan Kota Kendari," imbuhnya.

Daftar peserta yang terpilih mengikuti Asia-Pacific Mayors Academy (APMA) for Sustainable Urban Development 2026. Foto: Dok. Istimewa.

Menurutnya, meski seluruh kegiatan dilaksanakan secara daring, forum tersebut tetap memberikan ruang yang luas bagi para peserta untuk membangun jejaring internasional dan bertukar gagasan dengan para ahli maupun kepala daerah dari berbagai negara.

"Walaupun dilaksanakan secara virtual dari April hingga Agustus 2026, interaksi yang terbangun sangat kuat. Ini menjadi kesempatan berharga untuk bertukar gagasan, membangun kolaborasi, dan membawa berbagai praktik terbaik ke Kota Kendari," katanya.

Dalam APMA 2026, para peserta mendalami enam tema utama, yaitu perencanaan kota berkelanjutan, penanganan multi-krisis, perencanaan wilayah inklusif, ketahanan kota dan aksi iklim, smart city dan inovasi digital, serta pembiayaan pembangunan berkelanjutan.

Sejalan dengan tema tersebut, Pemerintah Kota Kendari turut memperkenalkan enam program unggulan daerah, meliputi pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular, penguatan ketahanan banjir dan perubahan iklim, perlindungan mangrove serta kawasan pesisir, penambahan ruang terbuka hijau, transformasi pelayanan publik berbasis digital, hingga pemberdayaan masyarakat.

Siska menegaskan, berbagai program itu menjadi bukti komitmen Pemkot Kendari dalam membangun kota yang inklusif, tangguh terhadap perubahan iklim, dan berkelanjutan.

"Kami ingin menunjukkan bahwa Kota Kendari terus berbenah melalui berbagai inovasi. Forum ini menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai program unggulan sekaligus menyerap pengalaman dari kota-kota lain yang telah berhasil menerapkan pembangunan berkelanjutan," ungkapnya.

Ia berharap keikutsertaan Kendari dalam forum internasional tersebut dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas sekaligus memperkuat posisi Kota Kendari di tingkat global.

"Kami membawa semangat dari Kendari untuk Indonesia, dari Indonesia untuk Asia Pasifik. Semoga pengalaman ini semakin memperkuat komitmen Kota Kendari dalam mewujudkan kota yang inklusif, tangguh, hijau, dan berkelanjutan, sekaligus membuka lebih banyak peluang kolaborasi dengan berbagai kota di dunia," tutupnya.


Editor: Redaksi

Berita BerikutnyaIni Tampang 4 Pelaku Pembunuhan di Eks MTQ Kendari dan Masing-masing Perannya
Bagikan:

Baca Juga