Wali Kota Kendari: Literasi Fondasi Membangun SDM Unggul dan Kota Maju

Sultranesia
2 Min Baca
Wali Kota Kendari: Literasi Fondasi Membangun SDM Unggul dan Kota Maju
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat hadir di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, untuk membuka Bimtek Literasi Informasi bagi pustakawan, guru, pengelola perpustakaan, dan pegiat literasi se-Kota Kendari, Selasa (21/7/2026). Foto: D

Kendari - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui peningkatan budaya literasi.

Komitmen tersebut diwujudkan dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi bagi pustakawan, guru, pengelola perpustakaan, dan pegiat literasi se-Kota Kendari yang dibuka langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, Selasa (21/7/2026).

Bimtek yang berlangsung selama 21–23 Juli 2026 ini diikuti 150 peserta. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam mengelola, menyeleksi, serta menyebarluaskan informasi secara kritis, etis, dan bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Bunda Literasi Kota Kendari, Shintya Putri Anawula Sudirman, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari Rukmana, serta narasumber Nasrullah, Akademisi Universitas Islam Negeri Makassar sekaligus Sekretaris Umum Ikatan Pustakawan Sulawesi Selatan, dan Suryani Eka Panca, Redaktur Terkini.id.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kendari menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang dimiliki.

Menurutnya, budaya membaca dan literasi merupakan fondasi utama dalam membentuk masyarakat yang cerdas, kritis, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

"Di era yang berkembang begitu cepat seperti sekarang, modal utama yang harus kita miliki adalah pengetahuan. Pengetahuan lahir dari budaya membaca dan literasi. Tidak ada keberhasilan yang diraih tanpa proses belajar," ujar Siska Karina Imran.

Ia menambahkan, setiap orang, baik aparatur pemerintah, tenaga pendidik, maupun masyarakat umum, membutuhkan bekal pengetahuan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Karena itu, perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi berkembang menjadi pusat pembelajaran yang aktif dan mampu mendorong lahirnya masyarakat pembelajar.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, Rukmana, menjelaskan bahwa Bimtek tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi pustakawan sebagai pengelola informasi, guru sebagai fasilitator pembelajaran berbasis literasi, serta pegiat literasi sebagai agen perubahan di masyarakat.

Selain memperkuat kapasitas peserta, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat kolaborasi lintas profesi dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.

Mengusung tema "Literasi Kuat, Masyarakat Cerdas, Kendari Semakin Maju", peserta akan mendapatkan materi mulai dari konsep dasar literasi informasi, teknik penelusuran informasi, pemanfaatan berbagai sumber informasi, hingga analisis, evaluasi, dan penyajian informasi.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Kendari berharap budaya literasi masyarakat terus meningkat sehingga mampu mencetak generasi yang cerdas, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital, sekaligus mendukung terwujudnya Kota Kendari yang semakin maju.


Editor: Redaksi

Berita BerikutnyaAgus Subroto Ditunjuk Jadi Plt Lurah Anawai, Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Bagikan:

Baca Juga