Asap Karhutla Masih Pekat, Pemkab Koltim Perpanjang PJJ di 3 Kecamatan


Kolaka Timur – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih berlangsung membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Timur (Koltim) kembali memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi sekolah di tiga kecamatan.
Perpanjangan PJJ diberlakukan di Kecamatan Lalolae, Mowewe dan Tinondo karena kualitas udara di wilayah tersebut masih berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4.2/2662 Tahun 2026 tentang Perpanjangan Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Daring Akibat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Surat edaran tersebut ditetapkan di Tirawuta pada 14 September 2026 oleh Pelaksana Tugas Bupati Koltim Yosep Sahaka.
Dalam surat tersebut dijelaskan, hasil evaluasi pemantauan kualitas udara berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan kondisi di tiga kecamatan masih berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.
Kondisi tersebut menjadi pertimbangan pemerintah daerah untuk tidak kembali menerapkan pembelajaran tatap muka demi menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan.
Sebelumnya, PJJ di tiga kecamatan tersebut diberlakukan pada 10 sampai 14 September 2026. Karena kondisi Karhutla dan asap masih belum membaik, Pemkab Kolaka Timur memperpanjang PJJ selama tiga hari, yakni 15 hingga 17 September 2026.
Selama pembelajaran dari rumah, sekolah dan guru dapat menggunakan berbagai sarana pembelajaran daring, mulai dari WhatsApp Group, Google Classroom, Learning Management System (LMS), hingga media interaktif lainnya yang dapat diakses peserta didik.
Namun, pembelajaran selama masa darurat asap tidak diarahkan untuk mengejar seluruh target kurikulum secara kaku.
Beban belajar peserta didik disederhanakan dengan memprioritaskan materi esensial, terutama literasi, numerasi dan penguatan karakter.
Kebijakan tersebut diharapkan membuat proses pendidikan tetap berjalan tanpa menambah risiko kesehatan bagi siswa akibat paparan asap Karhutla.
Meski siswa belajar dari rumah, guru dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas kedinasan di satuan pendidikan.
Kehadiran guru diatur melalui jam kerja atau sistem piket secara bergantian sesuai kebijakan masing-masing kepala sekolah dengan tetap mempertimbangkan kondisi kesehatan lingkungan sekolah.
Pihak sekolah juga diminta tetap menyiagakan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) serta memfasilitasi kebutuhan darurat dasar apabila diperlukan.
Sementara itu, orang tua atau wali murid diminta memastikan anak-anak tetap berada di dalam rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak diperlukan.
Apabila anak terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker diwajibkan sebagai salah satu langkah perlindungan dari paparan asap.
Pelaksanaan PJJ akan dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara serta arahan lanjutan dari pemerintah daerah.
Dengan kebijakan tersebut, pemerintah daerah menempatkan faktor kesehatan dan keselamatan peserta didik sebagai pertimbangan utama sebelum sekolah kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Di sisi lain, proses belajar tetap dilanjutkan melalui skema daring agar aktivitas pendidikan tidak sepenuhnya terhenti selama kondisi udara belum memungkinkan.
Editor: Andise SL
Berita BerikutnyaSebut Wartawan Idiot, Kadis Pariwisata Sultra Ridwan Badallah Dilaporkan ke Polda
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







