Cerita Wanita Asal Sultra Ditipu Calo Kerja di Arab Saudi hingga Dideportasi


Kendari - Impian Samsinar, warga Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk bekerja di Arab Saudi demi mendapat penghasilan lebih besar justru berakhir pahit. Ia tertipu calo dan harus pulang ke tanah air dengan tangan hampa.
Dikutip dari laman resmi BP2MI, Samsinar menceritakan bahwa ia berangkat ke Arab Saudi pada Juni 2025 melalui perantara calo. Ia dijanjikan akan bekerja sebagai babysitter dengan gaji 1.200 riyal per bulan, ditambah bonus jika rajin bekerja.
Terbuai rayuan, ia mengurus seluruh dokumen seperti paspor, visa, hingga pemeriksaan medis melalui jalur yang diarahkan calo.
Setelah dokumennya lengkap, ia berangkat ke Jakarta untuk bertemu agen yang menampung pekerja migran sebelum diberangkatkan ke negara tujuan.
Di Arab Saudi, Samsinar langsung disalurkan ke majikan untuk bekerja. Namun, kenyataan tidak sesuai harapan. Baru sebulan bekerja, ia hanya menerima upah 300 riyal dari majikan-jauh dari janji manis 1.200 riyal.
Merasa ditipu, Samsinar memilih berhenti dan meminta dipulangkan. Ia akhirnya dideportasi, lalu transit di Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten sebelum tiba kembali di Kendari.
Petugas BP3MI Sultra, Aswan, yang menjemput kepulangan Samsinar, memberikan peringatan keras tentang bahaya bekerja ke luar negeri melalui jalur tidak resmi.
“Risikonya sangat besar, bisa jadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), pelecehan seksual, hingga penipuan seperti yang dialami Samsinar,” tegasnya.
Aswan mengimbau masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri agar datang langsung ke Kantor BP3MI Sultra atau menghubungi KP2MI.
“Di sana tersedia informasi resmi mengenai peluang kerja di luar negeri dengan perlindungan penuh dari negara,” jelasnya.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaBK DPRD Sultra Usut Dugaan Manipulasi Surat oleh Legislator PDIP
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







