Dua Rumah di Muna Barat Ludes Terbakar, Diduga LPG Meledak

Dua unit rumah milik warga di Desa Wakontu, Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, terbakar pada Selasa (8/9) sekitar pukul 16.30 Wita. Foto: Dok. Istimewa.

Muna Barat – Dua unit rumah milik warga di Desa Wakontu, Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, terbakar pada Selasa (8/9) sekitar pukul 16.30 Wita.

Kebakaran tersebut menimpa rumah Amsar dan ibunya, Wa Ode Pelona. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, kedua rumah mengalami kerusakan parah dan sejumlah barang berharga serta dokumen penting milik korban ikut hangus terbakar.

Kapolsek Lawa, Ipda Jaman, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui setelah api membesar di bagian dapur rumah Amsar.

Berdasarkan keterangan saksi, sebelum api membesar, tercium bau gas LPG yang sangat menyengat dari dalam rumah. Tak lama berselang, terdengar tiga kali ledakan yang kemudian membuat kobaran api semakin besar.

“Tidak lama kemudian, terdengar suara ledakan sebanyak 3 kali berturut-turut yang sangat keras, kemudian api semakin membesar dan merembet di rumah sebelah milik Wa Ode Pelona,” kata IPDA Jaman berdasarkan keterangan saksi.

Saat kejadian, rumah Amsar dalam kondisi kosong. Amsar bersama istrinya sedang berada di tempat penyulingan nilam yang tidak jauh dari rumah.

Sekitar pukul 16.20 Wita, istri Amsar, Wa Saroni, diketahui sedang memasak air menggunakan kompor gas di rumah. Ia kemudian meninggalkan rumah sejenak untuk membawa pisang goreng ke tempat penyulingan nilam.

Sekitar pukul 16.30 Wita, seorang warga mendatangi tempat penyulingan dan memberitahukan kepada Amsar bahwa rumahnya terbakar. Amsar bersama istrinya dan rekan-rekannya kemudian bergegas menuju rumah dan mendapati api telah membesar.

Api selanjutnya merambat ke rumah Wa Ode Pelona yang berjarak sekitar tiga meter dari rumah Amsar. Saat itu, Wa Ode Pelona berada di dalam rumah dan mendengar teriakan warga. Ia kemudian melihat kobaran api berasal dari arah dapur rumah anaknya.

“Sehingga korban keluar rumah melewati pintu belakang dan melihat api semakin membesar dan sudah merambat di rumahnya,” demikian keterangan yang disampaikan Ipda Jaman.

Warga berupaya menyelamatkan barang-barang dari kedua rumah. Petugas kepolisian bersama dinas terkait dan masyarakat juga turut melakukan proses pemadaman.

Dari rumah Amsar, sejumlah barang terbakar, di antaranya lemari, ranjang, kursi, spring bed, lemari piring, dua unit kulkas, televisi, laptop, kipas angin, telepon seluler, perabot dapur, serta dokumen penting berupa sertifikat tanah dan ijazah. Uang tunai sebesar Rp11 juta juga dilaporkan ikut terbakar.

Sementara itu, dari rumah Wa Ode Pelona, barang yang terbakar meliputi empat lemari kayu jati, lemari piring, tempat tidur kayu, spring bed, kasur, dua televisi, kulkas, mesin cuci, kipas angin, dan perabot dapur. Uang tunai sebesar Rp5 juta juga ikut terbakar.

Total kerugian akibat kebakaran kedua rumah tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp350 juta. Amsar mengalami kerugian sekitar Rp200 juta, sedangkan Wa Ode Pelona sekitar Rp150 juta.

Polisi telah mendatangi lokasi kejadian dan membantu proses pemadaman bersama dinas terkait serta masyarakat. Garis polisi juga telah dipasang di lokasi untuk kepentingan penyelidikan.

Ipda Jaman menegaskan, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Polisi masih melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk mengetahui sumber api serta penyebab pasti kebakaran.

“Sampai saat ini masih dalam tahap penyelidikan dan pengembangan untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran,” ujarnya.


Editor: Denyi Risman

error: Content is protected !!