Dugaan Keterlibatan Bupati Kolut di Kasus Korupsi Bandara Kembali Disuarakan di KPK


Jakarta - Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI turun tangan melakukan supervisi kasus dugaan korupsi pembangunan Bandara Kolaka Utara tahun anggaran 2020-2021.
Desakan itu disampaikan langsung saat Ampuh Sultra menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (26/8).
Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo, mengatakan pihaknya menilai penanganan perkara oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolaka tidak adil. Menurutnya, ada kejanggalan karena Bupati Kolaka Utara, selaku penanggung jawab anggaran, tidak tersentuh proses hukum.
“Padahal, peran Bupati Kolaka Utara sangat jelas. Mulai dari melibatkan keluarganya sebagai kontraktor hingga mengajukan pinjaman Rp 100 miliar di Bank Sultra untuk pembangunan bandara,” tegas Hendro.
Ia menilai, seolah-olah bupati tidak tahu menahu dalam kasus tersebut, padahal faktanya justru sangat aktif dalam proses pembangunan.
“Kami skeptis jika kasus ini hanya ditangani Kejari Kolaka. Karena itu, kami minta KPK turun tangan agar penanganannya adil dan transparan,” lanjutnya.
Hendro optimistis, bila KPK mengambil alih, penanganan kasus akan lebih tuntas, termasuk mengusut dugaan keterlibatan Bupati Kolaka Utara.
Senada dengan itu, Koordinator Aksi, Tomi Dermawan, menilai kasus bandara Kolaka Utara terasa pincang jika bupati dibiarkan lolos dari jerat hukum.
“Kasus ini mirip dengan perkara korupsi pembangunan RSUD Kolaka Timur yang baru diungkap KPK. Bedanya hanya di objek proyek, tapi modusnya sama, yaitu adanya tambahan anggaran,” kata Tomi.
Ampuh Sultra menegaskan tidak akan berhenti mengawal kasus tersebut hingga tuntas.
“Bupati Kolaka Utara harus segera diperiksa. Kami pastikan akan terus mengawal sampai keadilan benar-benar ditegakkan,” tutup Hendro.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaPlt Rektor UHO Dr Herman Punya Tugas Krusial, Hanya Diberi Waktu Tiga Bulan
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







