Daerah  

Kepala SMKN 2 Raha Beri Pendampingan Penuh ke Siswa yang Jadi Korban Pelemparan Batu

Kepala SMKN 2 Raha, Sitti Sukarwin, mengunjungi kediaman korban IR dan bertemu dengan orang tuannya. Ia memastikan pihak sekolah memberi perhatian terhadap para siswanya. Foto: Dok. Isitimewa.

Raha – Pihak SMKN 2 Raha memberikan pendampingan penuh terhadap siswanya berinisial IR (16), yang menjadi korban pelemparan batu saat pulang sekolah pada Kamis (3/9/2026) siang.

Begitu mendapat informasi mengenai kejadian tersebut, Kepala SMKN 2 Raha, Sitti Sukarwin, bersama jajaran langsung menuju rumah sakit tempat IR menjalani perawatan.

“Setelah dapat info kejadian itu, kami langsung ke rumah sakit untuk mendampingi siswa kami yang jadi korban,” kata Sitti Sukarwin saat dikonfirmasi, Sabtu (5/9/2026).

Tak hanya memberikan pendampingan, pihak sekolah juga menyatakan siap menanggung biaya perawatan IR apabila pelaku pelemparan belum ditemukan.

Pihak sekolah juga langsung berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan kasus tersebut diproses lebih lanjut.

Kepala sekolah bersama jajaran kemudian mendatangi kantor Polsek setempat untuk mendampingi proses pembuatan laporan polisi.

Selain itu, Sitti Sukarwin bersama jajarannya juga sudah mengunjungi kediaman IR untuk memastikan kondisi kesehatan siswanya tersebut terus membaik.

“Saya dan teman-teman guru juga sudah datang ke rumah siswa kami yang jadi korban, kami sudah bertemu dengan orang tuanya, dan memastikan korban dirawat dengan baik,” katanya.

Sitti Sukarwin menegaskan, meski insiden tersebut terjadi di luar lingkungan sekolah dan di luar jam sekolah, pihaknya tetap memberikan perhatian serius terhadap kondisi siswanya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sekolah terhadap peserta didik, terlebih IR menjadi korban dalam perjalanan pulang dari sekolah.

“Kami tetap memberikan perhatian dan pendampingan kepada siswa kami,” ujarnya.

Pihak sekolah juga menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum terkait insiden tersebut kepada kepolisian. Langkah itu diharapkan dapat mengungkap pelaku sekaligus mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Sementara itu, diketahui IR, siswa SMKN 2 Muna di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi korban pelemparan batu bata saat pulang dari sekolah pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 13.50 Wita.

IR mengalami luka pada bagian tangan setelah terkena lemparan batu dan kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Insiden tersebut terjadi saat IR bersama rekannya berboncengan menggunakan sepeda motor dalam perjalanan pulang dari sekolah.

Ketika melintas di Jalan Tengiri, Kecamatan Batalaiworu, mereka berpapasan dengan sepeda motor Yamaha Fino berwarna putih yang ditumpangi dua orang.

Kedua orang tersebut diketahui mengenakan seragam salah satu SMA di Raha.

Saat kedua sepeda motor saling mendekat, salah seorang dari dua pengendara tersebut tiba-tiba melempar batu bata ke arah korban.
Batu tersebut mengenai tangan IR hingga menyebabkan luka.

Kapolsek Katobu, Ahmad Ashar, membenarkan adanya laporan terkait insiden pelemparan terhadap siswa SMKN 2 Muna tersebut.

“Laporan telah disampaikan ke pihak kepolisian dan telah dilakukan penanganan secara prosedural,” singkat Ashar.


Editor: Andise SL

error: Content is protected !!