Orang Tua Mahasiswi Korban Percobaan Pemerkosaan Minta Polisi Tangkap Pelaku


Kendari - H (41) orang tua mahasiswi berinisial T (20) korban dugaan percobaan pemerkosaan meminta Polresta Kendari untuk segera menangkap terduga pelaku berinisial HA.
Menurut H, dia sudah melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Kendari pada Selasa, 9 Mei 2023. Namun, sampai saat ini belum ada titik terang atas laporannya itu.
"Kami harap polisi bisa menyelidiki kasus ini dengan terang benderang dan segera menangkap pelaku," kata orang tua korban, Senin (22/5).
H mengatakan bahwa citra Polresta Kendari yang dia dengar sangat baik dalam menangani aduan maupun laporan masyarakat. Dia berharap laporannya juga ditangani dengan baik.
H sebagai orang tua merasa tak tenang, sebab putrinya yang menjadi korban dugaan percobaan pemerkosaan hingga saat masih trauma.
Begitu pula dengan keluarga besarnya yang sampai saat ini masih mencari keberadaan terduga pelaku.
Diketahui, dugaan percobaan pemerkosaab itu terjadi di BTN Margahayu Regency, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara pada Rabu, 3 Mei 2023 sekira pukul 20.30 WITA.
Sementara itu, Nasruddin, selaku kuasa hukum HA dalam keterangan persnya membantah bahwa kliennya melakukan percobaan pemerkosaan.
Nasruddin menyebut kliennya hanya membawakan makanan untuk T, dan di dalam rumah tersebut ada neneknya.
"Hal tersebut tidak benar, karena malam itu hanya memberikan makanan kepada pelapor, dan di rumah itu ada nenek pelapor," ucap Nasruddin dalam sambungan telepon, Jumat (19/5).
Ia menambahkan, terlapor dan pelapor bertetangga bahkan kliennya kerap kali membawa makanan kepada pelapor karena peduli dengan keadaan mereka.
"Jadi, rugi kalau wanita itu (pelapor) mau diganggu, karena sudah lama bertetangga dekat, samping rumah," tegasnya.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi menjelaskan bahwa aduan korban telah diterima dan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. "Masih lidik," singkatnya.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaBerivenstasi di Sulawesi Tenggara Semakin Aman, Mudah dan Bebas Risiko
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







