Pemprov Sultra Koordinasi ke Kemendagri soal Pelantikan Kepala Daerah Terpilih


Kendari - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah melakukan koordinasi terkait jadwal pelantikan kepala daerah terpilih pada Pilkada Serentak 2024 lalu.
Utamanya, terkait pelantikan enam kepala daerah terpilih yang tidak sedang bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).
Diketahui, ada enam daerah yang proses pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerahnya tidak digugat di MK. Keenamnya yakni Muna Barat, Kolaka Timur, Kolaka, Bombana, Buton Utara, dan Konawe.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio, mengatakan, pihaknya sudah menyurat ke Kemendagri terkait jadwal pelantikan enam kepala daerah tersebut. Termasuk bagi para kepala daerah yang sedang bersengketa di MK.
"Kemarin kan sudah rapat antara Kemendagri dan DPR RI, di situ disebutkan pelantikan kepala daerah yang tidak bersengketa akan dilakukan pada 6 Februari 2025 secara serentak oleh Presiden di Jakarta," kata Asrun, Jumat (31/1).
"Dan Pemprov Sultra adalah bersurat Kemendagri terkait itu. Kemendagri juga telah memberi balasan jika memang jadi pelantikan tanggal 6 bagi mereka yang tidak bersengketa itu, maka hari ini Kemendagri akan bersurat kepada kami. Tapi sampai saat ini suratnya belum kami terima," imbuhnya.
Untuk itu, hingga saat ini, Pemprov masih menunggu surat resmi dari Kemendagri terkait jadwal pelantikan. Asrun menegaskan bahwa agenda pelantikan 6 Februari memang belum bisa dipastikan. Keputusannya menunggu hasil rapat koordinasi Kemendagri.
"Namun demikian, kami Pemprov Sultra tetap harus sudah melakukan persiapan," katanya.
Informasi terbaru yang disampaikan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, pelantikan direncanakan pada 18 hingga 20 Februari 2025.
"Tanggal pelantikan sedang dibicarakan di tingkat pemerintah, Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilu, dan Mahkamah Konstitusi. Nanti Senin, kami akan sampaikan hasilnya,” kata Tito dikutip dari Tempo Jumat (31/1).
Editor: Denis Risman
Berita BerikutnyaPemkot Kendari Ultimatum Developer: Tangani Banjir atau Kena Sanksi!
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







