PT Vale Mulai Ekspor Ore Nikel dari Kolaka, Kantongi Kuota 200 Ribu Ton

Sultranesia
1 Min Baca
PT Vale Mulai Ekspor Ore Nikel dari Kolaka, Kantongi Kuota 200 Ribu Ton
Alat berat beroperasi di area tambang nikel PT Vale Indonesia Tbk di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Foto: Dok. Istimewa.

Kolaka - PT Vale Indonesia Tbk mulai melakukan pengiriman ore nikel dari Blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), setelah resmi mengantongi persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2024 hingga 2025 dari Kementerian ESDM.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sultra, Andi Azis, menegaskan bahwa pengiriman tersebut telah memenuhi prosedur sesuai aturan yang berlaku.

“Pengiriman Ore Nikel yang dilaksanakan Vale sudah sesuai prosedur berdasarkan Nomor T—2350/MB.04/DJB.M/2024 tertanggal 20 Desember 2024 perihal Persetujuan Perubahan RKAB Kontrak Karya Operasi Produksi PT Vale Indonesia Tbk Tahun 2024 s.d. Tahun 2025,” ujar Andi Azis, dilansir Antara, Senin (21/7).

Ia menjelaskan, dalam RKAB yang disetujui tersebut, PT Vale mendapat kuota sebanyak 200 ribu metrik ton untuk kegiatan ekspor ore nikel.

Meski demikian, pihak ESDM Provinsi tetap mengawal aktivitas perusahaan tersebut agar berjalan sesuai koridor hukum.

“Sampai saat ini ESDM Provinsi tetap melakukan pengawasan, sejauh ini PT Vale masih tetap mengikuti prosedur,” katanya.

Sementara itu, Head of Corporate Communication PT Vale Indonesia, Vanda Kusumaningrum, menegaskan bahwa seluruh kegiatan operasi dan pemasaran ore nikel di Blok Pomalaa telah dilakukan secara sah dan taat hukum.

“PT Vale juga berkomitmen untuk menjalankan setiap kegiatan operasional secara patuh, bertanggung jawab, dan akuntabel sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta senantiasa terbuka terhadap dialog konstruktif dan klarifikasi dari seluruh pemangku kepentingan,” tegas Vanda.

Vanda menambahkan, PT Vale tidak hanya fokus pada operasi tambang semata, melainkan juga menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan melalui program reklamasi, pelestarian keanekaragaman hayati, hingga pengembangan komunitas lokal.

“Diakui secara global atas kinerja program Environment, Social, and Goverment yang kuat, PT Vale menetapkan standar baru untuk pertambangan yang etis, memimpin Indonesia dalam dekarbonisasi industri, dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih hijau,” pungkasnya.


Editor: Redaksi

Berita BerikutnyaLawan Penggusuran Paksa, Warga Konawe Selatan Duduki Lahan yang Diklaim PT MS
Bagikan:

Baca Juga