Realisasi Belanja Negara di Sultra Masih Rendah, Baru Rp3,37 Triliun dari Pagu Rp25,55 Triliun


Kendari - Serapan belanja negara di Sulawesi Tenggara (Sultra) masih tertatih di awal tahun 2025. Dari total pagu anggaran sebesar Rp25,55 triliun, realisasi hingga 7 Maret baru mencapai Rp3.369,63 miliar atau 13,18 persen. Ibarat kendaraan besar yang baru saja menyalakan mesinnya, roda anggaran tampaknya belum berputar kencang.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Sultra, Syarwan, menjelaskan bahwa dari total pagu belanja negara tersebut, Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) mendapat alokasi Rp6,15 triliun, sementara Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKD) mencapai Rp19,41 triliun.
Namun, hingga saat ini, Belanja K/L baru terserap Rp697,05 miliar (11,33 persen dari pagu), sedangkan TKD sedikit lebih baik dengan realisasi Rp2.672,59 miliar (13,77 persen dari pagu).
“Kalau kita persentase, realisasi total belanja negara sebesar 13,18 persen dari pagu, terdiri dari Belanja K/L sebesar 11,33 persen dari pagu dan TKD sebesar 13,77 persen dari pagu,” ujar Syarwan, Sabtu (8/3).
Namun, jika dibandingkan secara tahun ke tahun (year on year), belanja negara di Sultra justru mengalami kontraksi. Belanja K/L mengalami penurunan drastis sebesar 40,19 persen, sementara TKD juga terkontraksi 5,26 persen.
Kondisi ini mengisyaratkan bahwa mesin birokrasi belum bekerja optimal dalam menyalurkan anggaran, atau mungkin ada faktor lain yang menghambat aliran dana ke berbagai sektor.
“Realisasi Belanja tertinggi oleh Kepolisian RI sebesar Rp200,18 miliar atau 28,72 persen dari total realisasi di wilayah Provinsi Sultra, sementara itu dari sisi pertumbuhan tahun ke tahun (yoy), sebagian besar K/L khususnya untuk 10 K/L dengan pagu tertinggi mengalami kontraksi,” jelasnya.
Dari segi kinerja KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara), KPPN Kolaka mencatat persentase realisasi tertinggi, yakni 14,14 persen, didorong oleh akselerasi belanja pegawai.
Namun, secara nominal, KPPN Kendari masih mendominasi dengan realisasi Rp503,80 miliar atau sekitar 72,28 persen dari seluruh belanja K/L.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaPendaftaran Bintara Disabilitas Polri Diperpanjang Hingga 11 Maret 2025, Simak Syaratnya!
Baca Juga
BBM Masuk 3 Kali Sepekan, Warga Buton Selatan Kesulitan, Harga Eceran Rp25 Ribu
Buton Selatan – Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di SPBU Kompak Desa Masiri, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, milik CV AI Faroq, dikeluhkan masyarakat. Meski pasokan disebut…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
KKP Bidik 169 Lokasi KNMP di Sultra, Ini Syarat Lolos Penilaian
Kendari – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan 169 calon lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk tahun 2027. Namun, seluruh lokasi tersebut…
DPRD Muna Barat Siapkan Ranperda Ekonomi Kreatif, Ini Deretan Fasilitas yang Dibidik
Muna Barat – DPRD Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, mulai membahas rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif yang memuat sejumlah dukungan bagi pelaku usaha, mulai dari…
Ekspor Sultra Naik 23,13 Persen, Tiongkok Serap 95,30 Persen
Kendari – Nilai ekspor Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Agustus 2026 mencapai US$342,86 juta, meningkat 23,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat US$278,46 juta. Data tersebut…
Geram Barcode Mobil Dipakai Orang Lain Beli Pertalite, Warga Kendari Minta SPBU Cari Pelakunya
Kendari – Warga Kota Kendari, Atika Harli, geram setelah barcode kendaraan miliknya kembali digunakan orang lain untuk membeli BBM subsidi di SPBU THR di Jalan Budi Utomo, Kelurahan…







