Turun hingga 63 Persen, Harga Pupuk di Baubau Bikin Petani Tersenyum


Baubau - Harga pupuk subsidi dan non subsidi di Kota Baubau sejak awal November 2025 tercatat mengalami penurunan signifikan, mencapai kisaran 13 hingga 63 persen.
Penurunan ini langsung berdampak pada biaya produksi para petani, yang selama ini terbebani oleh tingginya harga pupuk di pasar.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Baubau, La Ode Ali Hasan, menyebut penurunan harga pupuk subsidi merupakan konsekuensi dari kebijakan pemerintah pusat yang menurunkan harga jualnya.
“Faktor penurunan untuk pupuk subsidi sebesar 20 persen karena keputusan pemerintah pusat dengan menurunkan harga jualnya. Seluruh pupuk subsidi ini disuplai dari Kalimantan Timur dan Surabaya, Jawa Timur,” jelas La Ode Ali Hasan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/11).
Berdasarkan data Disperdagin, harga pupuk subsidi kini menjadi: Urea Rp1.800/kg, Phonska (NPK) Rp1.840/kg, ZA Rp1.300/kg, dan Petroganik/Organik Granul Rp640/kg. Sementara pupuk SP-36 tercatat satu-satunya jenis subsidi yang harganya tidak bergerak, tetap di Rp2.400/kg.
Penurunan lebih tajam terjadi pada pupuk non subsidi, terutama pada jenis ZA Non Subsidi yang turun hingga 63 persen menjadi Rp5.200/kg. Jenis Urea Pril turun menjadi Rp9.400/kg atau turun 21 persen, disusul KCL Rp11.000/kg dan MPK Phonska Plus Rp14.000/kg.
“Penurunan harga pupuk non subsidi disebabkan oleh turunnya harga di tingkat pabrik. Suplai pupuk ini juga berasal dari Kalimantan Timur dan Surabaya, Jawa Timur,” tambah La Ode Ali Hasan.
Namun demikian, pupuk non subsidi jenis Urea masih menetap di harga tinggi, yakni Rp13.000/kg, tanpa penurunan.
Situasi ini menjadi angin segar bagi petani di Baubau yang selama beberapa musim terakhir terus mengeluhkan biaya produksi yang kian membebani. Dengan penurunan harga pupuk, biaya pengolahan lahan diperkirakan menurun menjelang musim tanam mendatang.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaNilai SAKIP Kendari Naik, Pemkot Gelar Klinik Penyusunan LAKIP 2025
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







