Rumah Orang Tua Pelaku Pembunuhan Bocah di Kolaka Timur Dibakar Massa

Sultranesia
1 Min Baca
Rumah Orang Tua Pelaku Pembunuhan Bocah di Kolaka Timur Dibakar Massa
Tangkapan layar video amatir memperlihatkan massa saat melakukan pembakaran rumah milik orang tua pelaku pembunuhan bocah di Desa Wundubite, Kecamatan Poli-Polia, Kabupaten Kolaka Timur. Foto: Dok. Istimewa.

Kolaka Timur - Amarah warga atas pembunuhan bocah perempuan berusia 10 tahun di Desa Wundubite, Kecamatan Poli-Polia, Kabupaten Kolaka Timur, memuncak. Gelombang kemarahan itu berujung pada aksi pembakaran rumah milik orang tua pelaku, RH bin B (18), hanya beberapa jam setelah tragedi pembunuhan terjadi.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (5/9) sekitar pukul 12.20 WITA. Kasi Humas Polres Kolaka Timur, IPTU Irwan Pansha, membenarkan insiden tersebut.

“Kebakaran terjadi di rumah milik B (57), orang tua dari RH, pelaku pembunuhan anak perempuan di Desa Wundubite,” kata Irwan saat dikonfirmasi, Sabtu (6/9).

Berdasarkan investigasi awal, polisi menyebut kebakaran diduga kuat dipicu kedatangan sekelompok orang tak dikenal. Mereka melintas dengan sepeda motor berkecepatan tinggi di sekitar lokasi sebelum api melalap bangunan rumah.

“Sebagian besar dari mereka mengenakan topeng sehingga identitasnya tidak diketahui,” jelas Irwan.

Tak lama setelah rombongan bertopeng itu muncul, api tiba-tiba membesar dan meludeskan rumah B. Seluruh bangunan rata dengan tanah, hanya menyisakan puing hangus.

“Tidak lama setelah itu, rumah milik B terbakar hingga rata dengan tanah,” tambah Irwan.

Polisi kini masih menyelidiki siapa dalang di balik aksi pembakaran tersebut. Dugaan motif balas dendam warga terhadap pelaku pembunuhan menguat, namun pihak kepolisian belum mau berspekulasi.

“Tersangka masih dalam lidik, motif belum diketahui,” tegas Irwan.

Kerugian materil akibat insiden ini ditaksir mencapai Rp20 juta.

Dari informasi yang dihimpun, video yang beredar di media sosial menunjukkan sejumlah orang melakukan pembakaran di rumah yang berkontruksi kayu dan papan serta beratapkan rumbia.

Dalam video itu, tiga orang terlihat jelas tidak memakai topeng, sementara yang lain menggunakan helm, masker, atau topeng. Video diduga direkam oleh rekan pelaku.

Dalam video terdengar suara seseorang berbicara kepada rekannya yang sementara melakukan pembakaran: “Ayo sini mi bergeser. Habismi,” terdengar saat api mulai melahap rumah.


Editor: Redaksi

Berita BerikutnyaPolda Sultra Selidiki Dugaan Penipuan RS Hermina, Status Pasien Diduga Dimanipulasi
Bagikan:

Baca Juga