Kasus Penipuan Tiket Murah MC Kondang di Kendari Naik Sidik, Korban Desak Segera Tetapkan Tersangka


Kendari - Laporan dugaan penipuan tiket pesawat murah yang menyeret nama seorang master of ceremony (MC) kondang di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), berinisial SF memasuki babak baru. Status laporan tersebut kini naik ke tahap penyidikan (Sidik) di Polresta Kendari.
"Sedang dalam proses, dan sudah naik sidik," ujar Kasat Reskrim Polresta Kendari, Kompol Welliwanto Malau saat dikonfirmasi Sultranesia, Jumat (4/9) malam.
Harapan sejumlah warga yang sebelumnya menjadi korban dugaan penipuan oleh SF untuk mendapatkan keadilan pun mulai menemui titik terang.
Alasannya, para korban selama ini menanti perkembangan kasus tersebut pasca dilaporkan ke Polresta Kendari pada Jumat (14/8/2026) lalu.
Salah satu korban berinisial MA, menyebut pihaknya cukup lega atas adanya perkembangan kasus tersebut. Ia berharap agar kepolisian segera menetapkan tersangka sebab kelakukan SF yang terkesan lari dari tanggung jawab dinilai keterlaluan.
Bagaimana tidak, dirinya yang telah menyetorkan uang sebesar Rp8.942.000 untuk memesan lima tiket pesawat ke Widya Wisata Travel milik SF untuk penerbangan 10 dan 12 Agustus 2026 lalu tak mendapat tiket hingga hari H keberangkatannya.
MA pun berinisiatif untuk meminta pengembalian dana untuk mengganti kerugian yang dialaminya, namun hingga kini dirinya tak kunjung mendapat jawaban bahkan nomor WhatsApp milik SF sudah tak aktif lagi.
"Tanggal 11 Agustus 2026 ibu SF bahkan sudah meminta nomor rekening saya untuk refund, namun setelah saya kirimkan nomor rekening tanggal 14 Agustus WhatsApp-nya sudah tidak aktif, saya telepon juga tidak diangkat, dan sampai hari ini belum juga ada konfirmasi lanjutnya," ujar MA, Jumat (4/9).
MA menambahkan beberapa rekannya juga mengaku menjadi korban penipuan oleh SF.
"Dua teman saya juga mengalami hal yang sama sampai rugi belasan juta, bahkan rekan saya juga telah melaporkan kejadian ini ke Polda Sultra," terangnya.
MA bercerita pembelian tiket melalui travel milik SF bukan pertama kali dilakukan melainkan sudah sering menggunakan jasa SF.
"Sudah sering saya memesan tiket sama ibu SF selama ini transaksinya berjalan baik, makanya kami tak menaruh curiga sama sekali, tapi pesanan terakhir malah dibuat seperti ini, tentunya kamis sangat dirugikan," jelasnya.
Usut punya usut, korban SF ternyata cukup banyak. Para korban mengaku percaya kepada SF karena sudah mengenal dan berteman dengan terduga pelaku. Mereka kemudian memesan tiket pesawat kepada SF dengan iming-iming harga lebih murah dari harga pasaran.
Korban lain berinisial MA mengaku bahkan mengalami kerugian sekitar Rp39 juta.
“Dia ini memang kami kenal, jadi percaya. Saya pesan tiket ke dia karena dia menawarkan dengan harga murah. Karena kami kenal, ya kami percaya, ternyata dia tipu. Total kerugian saya itu Rp39 juta, itu tiket pulang-pergi,” kata MA, Sabtu (15/8) lalu, dikutip dari Kendariinfo.
Korban lainnya, NI, mengaku kerugian dialami ibunya yang memesan sejumlah tiket untuk mengikuti perjalanan ke Yogyakarta. Total uang yang telah disetorkan mencapai sekitar Rp51 juta.
Sementara korban yang berinisial H mengaku mengalami kerugian sekitar Rp14 juta. Uang tersebut diberikan untuk pembelian tiket perjalanan ke Jakarta dalam rangka menghadiri wisuda anaknya.
Para korban mengaku baru menyadari adanya dugaan penipuan setelah tiket yang telah dibayar tidak kunjung diterima dan SF sulit dihubungi.
Editor: Andise SL
Berita BerikutnyaKabar Baik Buat Warga Mubar, Kementerian ESDM Pastikan Tambahan Kuota BBM
Baca Juga
4,7 Kilogram Sabu Masuk Kendari dari Medan, Dua Orang Ditangkap
Kendari – Polresta Kendari mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu seberat 4,7 kilogram yang diduga berasal dari jaringan Medan, Sumatera Utara. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap dua tersangka…
BBM Masuk 3 Kali Sepekan, Warga Buton Selatan Kesulitan, Harga Eceran Rp25 Ribu
Buton Selatan – Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di SPBU Kompak Desa Masiri, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, milik CV AI Faroq, dikeluhkan masyarakat. Meski pasokan disebut…
Lapor Sejak 2024, Kasus Pembakaran Sarang Walet Rp200 Juta di Kendari Tak Kunjung Jelas
Kendari – Penanganan laporan dugaan pembakaran sarang burung walet milik Tasmin di Kota Kendari dipertanyakan. Hampir dua tahun sejak dilaporkan ke Polsek Poasia, perkara yang ditaksir menyebabkan kerugian…
Polisi Tangkap Pria di Kendari, Sembunyikan Hampir 1 Kg Sabu dalam Tas Hello Kitty
Kendari – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkap peredaran narkotika jenis sabu di Kota Kendari. Seorang pria berinisial TS (32) ditangkap dengan barang bukti 20 paket…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…
108 Gram Sabu Disita Polres Kolaka, Sejumlah Tersangka Ternyata Residivis
Kolaka – Polres Kolaka, Sulawesi Tenggara, menyita 108 gram narkotika jenis sabu dari pengungkapan enam perkara tindak pidana narkotika pada Oktober 2026. Dalam kasus tersebut, sejumlah tersangka yang…







