Dikritik Lamban, Polsek Bondoala Akhirnya Tangkap Satu dari Enam Terduga Pelaku Penganiayaan


Konawe - Setelah lima bulan tanpa kejelasan dan mendapat sorotan publik akibat lambannya penanganan, Polsek Bondoala akhirnya menangkap salah satu terduga pelaku pengeroyokan terhadap Syahril, warga Kelurahan Kapoiala, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe.
Kapolsek Bondoala, Ipda Fuad Hasan, membenarkan penangkapan tersebut pada Rabu (12/3).
“Sudah berkali-kali sebenarnya didatangi, hanya karena belum waktunya saja. Tapi tadi ini sudah ada satu orang diamankan,” ujarnya.
Pelaku yang berhasil ditangkap berinisial RF. Ia diamankan oleh personel Polsek Bondoala di luar wilayah Kabupaten Konawe, tepatnya di BTN Bris, Kelurahan Lalodati, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari.
Menurut Ipda Fuad Hasan, RF ditangkap pada Rabu siang sekitar pukul 13.00 WITA. Namun, lima pelaku lainnya masih buron dan dalam pengejaran polisi.
“Adapun pelaku lainnya masih dalam pengejaran,” tambahnya.
Penangkapan ini terjadi setelah kasus pengeroyokan yang menimpa Syahril menjadi viral di media dan memicu kritik terhadap kinerja Polsek Bondoala.
Sejak melaporkan peristiwa itu pada 3 Oktober 2024, Syahril belum mendapatkan keadilan, sementara para pelaku masih bebas berkeliaran.
Kinerja kepolisian yang dianggap lamban memancing kemarahan publik. Bahkan, dalam pernyataannya beberapa hari sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Bondoala, Aipda Hendra, justru meminta korban untuk menyerahkan foto pelaku agar memudahkan proses penangkapan.
“Jadi, mohon kiranya bantuan dari pihak pelapor atau keluarganya untuk memberikan informasi yang akurat, serta minimal foto dan identitas pelaku,” ujar Hendra saat itu.
Pernyataan tersebut semakin memperkuat anggapan bahwa penegak hukum tidak serius menangani kasus ini, hingga akhirnya mereka bergerak setelah desakan publik semakin besar.
Meskipun satu pelaku telah ditangkap, keluarga korban menegaskan bahwa keadilan belum sepenuhnya ditegakkan. Mereka berharap polisi tidak berhenti pada RF dan segera menangkap lima pelaku lainnya yang masih berkeliaran.
Syahril sendiri mengalami luka-luka serius akibat pengeroyokan brutal yang terjadi pada 2 Oktober 2024. Ia mengalami patah tulang hidung, lebam di wajah, serta nyeri di sekujur tubuhnya.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaNelayan Asal Konawe Hilang di Perairan Kokoila, Tim SAR Kendari Lakukan Pencarian
Baca Juga
4,7 Kilogram Sabu Masuk Kendari dari Medan, Dua Orang Ditangkap
Kendari – Polresta Kendari mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu seberat 4,7 kilogram yang diduga berasal dari jaringan Medan, Sumatera Utara. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap dua tersangka…
BBM Masuk 3 Kali Sepekan, Warga Buton Selatan Kesulitan, Harga Eceran Rp25 Ribu
Buton Selatan – Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di SPBU Kompak Desa Masiri, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, milik CV AI Faroq, dikeluhkan masyarakat. Meski pasokan disebut…
Lapor Sejak 2024, Kasus Pembakaran Sarang Walet Rp200 Juta di Kendari Tak Kunjung Jelas
Kendari – Penanganan laporan dugaan pembakaran sarang burung walet milik Tasmin di Kota Kendari dipertanyakan. Hampir dua tahun sejak dilaporkan ke Polsek Poasia, perkara yang ditaksir menyebabkan kerugian…
Polisi Tangkap Pria di Kendari, Sembunyikan Hampir 1 Kg Sabu dalam Tas Hello Kitty
Kendari – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkap peredaran narkotika jenis sabu di Kota Kendari. Seorang pria berinisial TS (32) ditangkap dengan barang bukti 20 paket…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…
108 Gram Sabu Disita Polres Kolaka, Sejumlah Tersangka Ternyata Residivis
Kolaka – Polres Kolaka, Sulawesi Tenggara, menyita 108 gram narkotika jenis sabu dari pengungkapan enam perkara tindak pidana narkotika pada Oktober 2026. Dalam kasus tersebut, sejumlah tersangka yang…







