Enam Tersangka Pengeroyokan Polisi di Muna Barat Minta Maaf kepada Polri, Siap Terima Hukuman


Kendari - Enam tersangka dalam kasus pengeroyokan terhadap anggota Polsek Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat, resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada institusi Polri.
Melalui keterangan tertulis yang disampaikan oleh kuasa hukumnya, Rusman Malik, pada Kamis (3/4), mereka mengungkapkan penyesalan atas tindakan yang telah mencoreng nama baik kepolisian.
Enam tersangka tersebut berinisial MR, JR, MZ, HN, AM, dan DI. Mereka mengakui kesalahan serta menyatakan rasa hormat terhadap tugas kepolisian.
“Dengan penuh rasa penyesalan yang mendalam, kami, enam tersangka dalam kasus pengeroyokan di depan Polsek Tiworo Tengah, ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia,” ujar mereka.
Para tersangka menyadari bahwa tindakan mereka tidak hanya merugikan korban, tetapi juga mencoreng citra Polri sebagai institusi yang bertugas menjaga keamanan masyarakat.
“Kami sadar bahwa tindakan kami tidak hanya melukai anggota kepolisian, tetapi juga telah mencoreng nama baik Polri sebagai institusi yang selama ini bekerja untuk melindungi dan melayani masyarakat,” lanjut mereka.
Sebagian dari mereka mengaku berada di bawah pengaruh alkohol saat kejadian, sementara lainnya dalam kondisi sadar. Namun, mereka menegaskan bahwa perbuatan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun.
“Kami menyesali tindakan yang terjadi, baik bagi yang terpengaruh alkohol maupun yang dalam keadaan sadar. Kami mengakui bahwa apa yang telah kami lakukan adalah kesalahan besar yang tidak seharusnya terjadi dalam situasi apa pun,” jelas mereka.
Para tersangka juga mengungkapkan rasa hormat mereka kepada Polri, yang terus berupaya menjaga keamanan bangsa.
“Kami ingin menyampaikan rasa hormat yang setinggi-tingginya kepada Polri, yang terus bekerja keras menjaga keamanan bangsa ini,” kata mereka.
Dengan kerendahan hati, mereka berharap permohonan maaf ini dapat diterima.
“Dengan penuh penyesalan dan ketulusan, kami berharap permohonan maaf ini dapat diterima dengan ikhlas,” ungkap mereka.
Selain itu, mereka berjanji akan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga dan siap menjalani proses hukum yang berlaku.
“Kami siap menerima segala konsekuensi hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan akan menjalani proses hukum dengan penuh kesadaran,” tegas mereka.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaPolres Konawe Utara Kerahkan 44 Personel untuk Amankan Wisata Saat Libur Lebaran
Baca Juga
4,7 Kilogram Sabu Masuk Kendari dari Medan, Dua Orang Ditangkap
Kendari – Polresta Kendari mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu seberat 4,7 kilogram yang diduga berasal dari jaringan Medan, Sumatera Utara. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap dua tersangka…
BBM Masuk 3 Kali Sepekan, Warga Buton Selatan Kesulitan, Harga Eceran Rp25 Ribu
Buton Selatan – Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di SPBU Kompak Desa Masiri, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, milik CV AI Faroq, dikeluhkan masyarakat. Meski pasokan disebut…
Lapor Sejak 2024, Kasus Pembakaran Sarang Walet Rp200 Juta di Kendari Tak Kunjung Jelas
Kendari – Penanganan laporan dugaan pembakaran sarang burung walet milik Tasmin di Kota Kendari dipertanyakan. Hampir dua tahun sejak dilaporkan ke Polsek Poasia, perkara yang ditaksir menyebabkan kerugian…
Polisi Tangkap Pria di Kendari, Sembunyikan Hampir 1 Kg Sabu dalam Tas Hello Kitty
Kendari – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkap peredaran narkotika jenis sabu di Kota Kendari. Seorang pria berinisial TS (32) ditangkap dengan barang bukti 20 paket…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…
108 Gram Sabu Disita Polres Kolaka, Sejumlah Tersangka Ternyata Residivis
Kolaka – Polres Kolaka, Sulawesi Tenggara, menyita 108 gram narkotika jenis sabu dari pengungkapan enam perkara tindak pidana narkotika pada Oktober 2026. Dalam kasus tersebut, sejumlah tersangka yang…







